Bolehkah menantu tegas pada mertua ?

Tanya

Hai Om Sander. Membaca ulasan Om sebelumnya di media ini, sungguh bijak dan dapat dipahami secara logika.

Karenanya saya memberanikan diri bertanya. Mohon Om Sander segera menanggapinya.

Jujur ya Om, saya sampai pusing sendiri. Akibat belum adanya solusi menyelesaikan masalah ini. Apalagi berdampak negatip dengan hubungan saya pada mertua.

Sementara suami saya netral. Mungkin cenderung berpihak pada saya. Walau akibatnya membuat ibunya suami saya, jadi marah dan gak mau mengakui rumahtangga kami.

Singkatnya, problem yang saya hadapi berawal saat saya masih pacaran. Ibunya suami tidak suka saya kepo, dengan watshap di hp milik suami atau dulu mantan pacar.

Saya lakukan ini, karena kami berkomitmen terbuka dalam menjalani hubungan. Jadi isi apapun di HP saya bisa dibaca olehnya (suami), termasuk sebaliknya.

Nah, suatu hari saya pernah baca watshap pacar (kini suami) dengan wanita lain. Sebagai manusia normal wajar dong saya marah. Sampai saya gak mampu bendung emosi, dan meluapkan soal wanita penggoda itu di sosmed.

Saya akui salah. Saat ditegur pun oleh mertua – alasannya hanya sekedar obrolan biasa, saya langsung turunkan makian saya di sosmed pada wanita penggoda suami.

Saya maklumi profesi suami sebagai marketing di sebuah media ternama, membuatnya harus luwes pada klien. Tapi kan gak perlu menjadi allay seperti itu.

Setelah menikah, kekhawatiran saya pada suami tinggi. Bahkan cenderung takut jika suami terperosok. Baik di lingkungan kerjanya maupun di lingkungan keluarganya.

Suka tidak suka, mau tidak mau, membuat saya harus bersikap tegas. Sesuai prinsip yang saya yakini. Sepanjang tegas saya masih sepanjang koridor kebenaran.

Tapi akibat tegas saya, membuat hubungan saya dengan mertua menjadi masalah. Bahkan ibu mertua cenderung kasar, baik mengeluarkan kata kata negatip dan perbuatan ke saya.

Salahkah saya, membatasi suami tidak mengirim sebagian gaji nya sesuai keinginan mama mertua sebesar 5 jt perbulannya. Sementara gaji suami 15 jt, dan saya juga kerja dan punya gaji sendiri.

Saya mau suami hanya kirim sepantasnya saja ke orangtuanya. Uang makan dan listrik sebulan 3.5 jt. Sisa gaji suami selebihnya buat kebutuhan rumahtangga, diluar gaji saya.

Mungkin karena itu, paman suami watshap suami ngajak ketemu, tanpa melibatkan saya. Saya berpikir ada apa ? Kok seperti itu ?

Karena saya gak mau ada apa apa di kemudian hari, saya tegur paman suami. Dan meminta tidak mengganggu rumahtangga kami.

Suami selama ini diam. Tidak menegur orangtuanya, atau tidak marah dengan sikap saya itu. Disinilah masalah menjadi puncaknya, saya tidak lagi bertegur sapa dengan mertua, dan suami juga melakukan hal sama. Bahkan suami tidak pernah datang lagi ke rumah orangtuanya, meski tetap mengirimkan uang bulanan 3.5 jt melalui rekening bank.

Mohon pendapat om Sander.

Terimakasih.

Dari Yuli di Jogjakarta

Rubrikasi : Om Sander

Jawab

Hi Bu Yuli, yang sedang bersedih.
Bu Yuli sungguh beruntung karena mendapatkan suami yang bijaksana. Memang sebenarnya pada saat seorang pria dan seorang wanita bersatu dan bersepakat membangun sebuah keluarga bersama, sebenarnya mereka berdua sudah berpisah dari orang tua mereka. Jadi di satu sisi apa yang suami Ibu dengan memihak ke istri adalah suatu langkah yang benar.

Namun perlu diingat lagi Orang tua sudah membesarkan kita dari kecil dan doa orang tua kepada anaknya sungguh besar dampaknya.
Saya sendiri merasakan keampuhan doa orangtua untuk saya. Seakan akan Tuhan lebih mendengarkan doa orangtua saya daripada saya, he he he.

Saya tidak mengetahui seluruh cerita dan keadaan Ibu Yuli dan Suami, namun perkenankan saya memberikan sudut padang saya. Menurut saya dengan mempersilahkan suami untuk berbakti kepada orang tua sesuai dengan keinginan suami akan mendatangkan berkat yang berlipat lipat bagi keluarga Ibu Yuli.

Dengan berdamai dan bersilahturahmi dengan keluarga suami dan juga keluarga Ibu Yuli sendiri saya yakin ridho Tuhan akan selalu mengalir ke keluarga Ibu Yuli.

Saya tidak mengatakan bahwa pemikiran dan pendapat Ibu Yuli salah, saya hanya membagikan wawasan yang saya miliki, saya rasa keluarga Ibu Yuli akan lebih diberkati berlimpah oleh Tuhan bila Ibu Yuli mempersilahkan suami Ibu untuk berbakti kepada orang tuanya sesuai dengan kerelaan hati suami Ibu.

Salam

 

 

Info selengkapnya, hub :

085212659349 <WA>