Tidak enak hati dengan orangtua dan mertua

Rubrikasi : Om Sander

Diasuh oleh : Sander

Tanya

Perkenalkan nama saya, Lidia. Dan saya suka cita dengan info, diadakan rubrik mrmbahas cinta di media post-line.com

Begini Om Sander, saya baru menikah dengan pria pilihan saya. Suami saya tulang punggung keluarganya.

Kedua orangtuanya merestui pernikahan kami. Sesuai anjuran kedua orangtua saya dan suami, kami mandiri bertempat tinggal. Alias tidak tinggal dengan orangtua dan mertua.

Masalahnya, saya tidak enak hati dengan orangtua kami. Karena suami jadi jarang menemui orangtua dan mertuanya. Termasuk saya pun karena kerja, jadi tidak mengunjungi rumah orangtua dan mertua, kecuali jika diajak suami baru saya ikut menemani.

Akibat tidak enak hati saya ini, mengganggu pikiran saya. Sehingga cinta saya pada suami mulai terganggu. Jika tidak boleh dikatakan berkurang.

Saya tidak diijinkan datang sendiri, jika ke rumah mertua dan orangtua. Maunya suami, dia harus ikut juga. Sementara saya berharap, jika saya gak bisa ke rumah mertua, suami dapat datang sendiri tanpa saya menemani ke rumah orangtuanya.

Jadi apa yang harus saya lakukan. Karena saya khawatir cinta saya kian hambar pada suami. Padahal pernikahan baru seumur jagung.

Terimakasih. Lidia di Tangerang

Jawab

Hi kak Lidia,
Dari membaca surat kakak, terlihat kakak berhati lembut dan penyayang. Perhatian terhadap orang tua dan Ibu mertua sangat perlu di apresiasi. Dan keputusan suami untuk ingin selalu berkunjung bersama ada baiknya juga, jadi agar dilihat dimata mertua dan orang tua sebagai pasangan yang sangat erat dan mencintai satu sama lain.

Sisi lain dari hati yang lembut adalah menjadi terlalu perasa atau sensitif, janganlah karena tidak bisa mengunjungi orang tua dan mertua sampai melunturkan cinta kepada suami. Perasaan ini menurut saya sedikit terlalu sensitif , di bawa santai aja dulu.

Jika saya boleh memberikan saran, ada baiknya dibicarakan dengan suami jadwal yang enak untuk berkunjung ke orangtua dan ibu mertua. Sebagai sepasang suami istri perlu banyak berkomunikasi, cari waktu yang tepat, jangan sampaikan permohonan ketika suami masih merasa letih dan baru pulang kerja.

Sampaikan permohonan kita ketika suami sedang santai, mungkin ketika sedang memijat mijat manja suami, jadi ketiak moodnya enak dan luluh dengan kasih sayang kakak, itulah saatnya kita ajukan permohonan kita.

Semoga saran singkat ini bisa membantu, jangan cepat patah semangat kak

 

Untuk Info dan pertanyaan

hubungi: 087876006188 <WA>