Sosok Pimpinan Misterius enggan Mpok Ame Ame

Jakarta  – Suka cita. Begitu jelas terlihat rona bahagia puluhan warga Cileduk Tangerang, saat menerima satu kardus mie. Pemberian dari PT. Wahana Agung Indonesia, sebagai bentuk peduli sosial pada masyarakat terkena dampak Covid 19.

Diantara warga penerima bantuan terlihat meneteskan air mata. Karena menganggap begitu berharga dengan sumbangan yang diberikan.

Sangat dimaklumi dibalik ucapan terima kasih para warga pada sumbangan tersebut, mengingat hilangnya penghasilan mengais rejeki akibat Covid 19. Salah satunya terbatasnya ruang gerak beraktifitas diluar rumah.

Jelas Tomo, pengemudi Gojek, sejak Covid 19 sudah berkurang penghasilan diperolehnya. Bahkan keadaannya makin lebih parah, sejak pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tomo

“Bukan hanya saya tapi seluruh teman ojek lainnya. Boleh dibilang mereka yang cari uangnya harian (informal), efeknya terkena langsung,” sedih Tomo.

Namun Tomo tidak ingin prustasi. Seperti yang terjadi pada beberapa temannya di Ojol. Ayah dua anak ini, bersemangat mengisi waktunya dengan membantu istri berdagang makanan buka puasa.

Pernah Susah

Diceritakan relawan yang engan namanya disebut, sekardus mie merupakan inisiatip pemberian dari pimpinan Wahana Agung Indonesia. Sekaligus juga sebagai penggerak solidaritas program Masyarakat Peduli Indonesia.

“Setau saya orangnya memang peduli sosialnya begitu tinggi. Bukan hanya di saat covid 19, jauh sebelumnya selama ini beliau juga ringan tangan. Pernah cerita ke saya, dia pernah susah. Jadi dapat merasakan bagaimana menderita,” jelas sang relawan mengenai sosok pimpinan tersebut.

Seperti cara sosial lain yang dilakukan lewat program Masyarakat Peduli Indonesia. Pimpinan itu mengajak koleganya, turut andil memberi bantuan lewat 500 nasi bungkus padang berisi lauk setiap hari. Sasarannya para pengemudi taksi online, ojol, supir mikrolet dan taksi, dengan membeli seharga Rp 5000.

“Beliau memang tidak ingin tampil, dan memang pribadinya tidak mau dikenal. Sudah bisa berbuat saja sudah cukup buatnya. Salah satu nasehatnya pernah beliau bilang, tangan kanan memberi tangan kiri tidak boleh tahu. Kalau diketahui jadinya Pok Ame Ame,” bangga relawan tersebut.