Terjerat ancaman pasangan sejenis  

Aku tidak bisa lepas dari Wanda. Dia mengancam membuka masa lalu bersamanya pada Sofyan, suamiku. Sebagai penyuka sejenis, Wanda tegas memperingatkanku, memilih mati bersama jika sampai aku meninggalkannya.

Akupun tidak dapat menghindar dari Wanda. Berbagai cara telah kucoba. Dan selalu berakhir dengan kegagalan. Baik cara halus maupun kasar. Wanda berhasil menjadi pemenang. Dia mampu mengatasi cara-caraku untuk menghindar darinya.

Wanda seperti monster menakutkan. Aku dihantui ketakutan teramat sangat. Siang malam jantungku berdetak kencang. Seakan ajalku tengah ditunggu olehnya setiap saat.

Salah satu cara membuatnya menjadi lembut, terpaksa aku harus mengikuti kemauannya. Mengikuti yang diinginkannya. Mengikuti segala yang dia katakan.

Padahal dulu Wanda tidak seperti itu. Dia begitu penyayang, dan lemah lembut. Tutur kata dan perhatiannya, membuat diriku merasa dia sahabat terbaik di dunia ini.

Namun aku terjebak oleh perlakuan manisnya selama ini. Sampai akhirnya dia mampu menggiring aku menjadi penyuka sesama jenis. Tanpa sadar diriku terbuai dalam perangkap cintanya.

Tiga tahun hubunganku dengan Wanda. Selama itu, tidak ada pria atau wanita selain Wanda membuatku tergoda. Aku begitu menikmati kehidupan asmara dengan Wanda.

Goresan Pisau

Sampai akhirya seorang pria membuatku jatuh hati. Dan memintaku menjadi istrinya. Sofyan dengan segala kelebihannya, membuatku ingin kembali pada kehidupan sebelum mengenal Wanda.

Mulanya Wanda tidak keberatan Sofyan mendekatiku. Dengan catatan sekedar pacaran. Tidak sampai berkelanjutan kepernikahan.

Pertemuanku dengan Sofyan pun tidak secara sengaja. Berawal saat di Bandara Ngurah Rai Bali. Dia menyapaku dan bilang melihat permainanku sebagai DJ luar biasa, di cafe dekat hotelnya menginap daerah Sanur.

Setelah Sofyan mencatat nomer ponselku, dia pamit lebih dulu terbang dengan pesawat berbeda denganku tujuan Jakarta. Sempat dikatakannya agar datang ke kantornya.

Sofyan tidak mengelak saat aku dan Wanda datang ke perusahaannya. Sebagai pebisnis sukses, Sofyan tidak keberatan saat Aku memintanya sebagai investor. Dia mendukung keinginanku sebagai penyanyi.

Tanpa banyak pertimbangan 200 juta tunai rupiah diberikan Sofyan saat itu. Nilai awal yang kuajukan sebagai pembuatan produksi singel lagu, termasuk video klip. Dan saat kuminta tambahan 150 juta rupiah lagi sebagai biaya promosi dan roadshow radio, Sofyan langsung memberikannya tunai tanpa banyak pertimbangan.

Simpatikku pada Sofyan berbuah kerinduan. Perasaanku mulai tumbuh menyukai lawan jenis. Lambat laun aku menjadi jatuh cinta. Ya, aku jatuh cinta pada Sofyan, jeritku dalam hati.

Wanda mulai mencurigaiku. Bahkan pemberian apartemen dan mobil selain perhiasan dari Sofyan, menjadi sinyal Wanda mulai melancarkan ancaman. Dia sempat menggoreskan pisau dilengan kananku dan berdarah. Jika sampai aku menjadi istri Sofyan.

Sindiran Halus dan Kasar

Aku menjadi bingung. Bak buah simalakama. Menerima ajakan Sofyan menikah berarti kematianku konsekwensinya. Selain aib masa laluku akan dibongkar seluruhnya oleh Wanda.

Namun jika tidak kuterima menjadi istrinya, tidak ada lagi pria sebaik Sofyan. Bahkan Sofyan telah datang ku ajak ke rumah untuk menemui orangtuaku, tanpa setahu Wanda. Kedua orangtuaku bahkan sangat mendukung rencana Sofyan menikahiku.

Diantara pilihan terberat, aku memilih menikah dengan Sofyan. Dengan catatan pernikahan nantinya dilakukan secara siri. Alasanku pada Sofyan, karena aku tidak ingin diketahui oleh siapapun, meski orangtua dan sahabatku.

Mulanya Sofyan tidak terima permintaanku itu. Dia pun sempat curiga. Walau akhirnya Sofyan mengalah, setelah alasan pamungkas kukatakan padanya, kalau status menikah nantinya membuat karirku sebagai artis bisa merosot.

Sebulan memang aku mampu menyembunyikan pernikahanku dengan Sofyan. Apalagi tempat tinggal aku dan Sofyan berbeda. Sofyan mengajak agar aku tinggal di rumahnya. Sementara Aku beralasan memilih tinggal di apartemen, karena banyak urusan pekerjaan.

Dalam dua tiga hari aku tinggal di rumah Sofyan. Sementara di hari lainnya aku tinggal di apartemen, Selama ini Wanda tidak tahu hubunganku dengan Sofyan telah menjadi suami istri.

Tiba waktunya yang kutakuti selama ini. Saat Sofyan datang ke apartemenku dan bermalam. Mendadak Wanda datang, dan memergoki Sofyan tertidur karena capek dari luar kota. Terlihat oleh Wanda tidur Sofyan di ranjang bertelanjang dada, dan hanya memakai celana pendek.

Wanda sengaja datang ke apartemen. Ternyata dia telah mendapat kabar dari Sofyan, mengenai statusku telah menjadi istrinya. Itupun tanpa sengaja dikatakan Sofyan pada Wanda.

Ceritanya Sofyan ingin membuat kejutan. Dia meminta Wanda mencarikan villa di puncak, untuk dibeli sebagai kado ulangtahunku, sebagai persembahan cinta sebagai suami.

Sejak itulah, Wanda mulai menyindirku. Baik di depan Sofyan, dengan cara sindiran halus tidak mengabarkan saat pernikahan, maupun saat Sofyan tidak bersamaku dengan cara menyindir keras.

Aku kini menjadi depresi. Semoga diantara pembaca dapat membantu langkahku harus bagaimana baiknya.

 

Kisah ini diceritakan Sinta (nama samaran), di Jakarta.

(WA: 085246776009)