Maya, 25 juta seminggu sebagai wanita panggilan

Jakarta  – Apa daya. Menjual diri sebagai pemuas napsu diplih Maya (19), dara asal Indramayu Jawa Barat. Enam bulan sudah dilalui profesi ini. Tak diingat jumlah pria telah dilayaninya, “Mungkin lebih dari 50,” ujar Maya memperkirakan.

Maya tidak terkejut beberapa teman seprofesinya terciduk aparat hukum beberapa waktu lalu. Seperti kemarin di apartemen Margonda Residence (Mares) selasa sore (14/8), maupun di apartemen Kalibata City sepekan lalu.

“Saya pernah di apartemen itu. Melakukan di apartemen lebih nyaman juga murah. Keluar masuk tamu tidak dicurigai. Privaci terjaga di keduanya, saya dan pelanggan,” papar Maya.

Maya berhasil digiring tim post-line.com untuk menceritakan kisahnya. Itupun juga dengan beberapa kali pertemuan. Meski pada awalnya, Ia engan berbagi cerita tentang pekerjaannya itu.

“Tamat SMA di Indramayu ke Jakarta. Dengan ijazah SMA dan gak ada keahlian, terpaksa pekerjaan ini saya lakukan,” jelas Maya mengenai ketidak ada keraguan saat menjalani pekerjaan ini.

Diakui pemilik lesung pipit ini, perkenalan dengan teman sedaerah menjadikannya mencoba-coba. Apalagi dirinya sudah tidak perawan, setelah mantan pacar telah mengambil mahkotanya saat di SMA.

Dari teman Maya itu, dirinya dikenalkan oleh Robi, salah satu pelanggan tetap. Raut tampan Robi meski sudah berusia lanjut, membuat Maya memulai petualangan pertama kalinya.

Ajakan kedua Robi langsung esok harinya di sambut Maya. Namun Maya berterus terang pada temannya, bahwa Robi membokingnya lagi.

“Sejak awal teman bilang harus terbuka. Tidak ada masalah mau terima pelanggan langsung, tapi sebelumnya sudah kenal lebih dulu. Karena pekerjaan ini rawan. Salah terima pelanggan, misalnya dijebak polisi, malah masuk penjara. Makanya saya tidak mau melakukannya secara online, resikonya seperti itu (digerebek) ,” papar Maya.

Bagi Maya, pekerjaan yang dilakoninya itu mudah menghasilkan uang. Pernah dalam seminggu, Maya berhasil menabung 25 juta rupiah.

“Ada short time, long time. Kalau pelanggannya loyal dikasih tambahan (tips). Soal permintaan variasi masih sebatas wajar,” ungkap Maya.

Untuk tarip shorttimenya dipatok di 3 juta, longtime di 8 sampai 10 juta. Dari nilai itu, Maya berbagi dengan perantara 20 persen,

Begitupun diantara pelanggan pernah mengajaknya menikah. Namun Maya engan menerima tawaran itu. Walau diantaranya ada yang berani terang-terangan melamar datang menemui orangtuanya, juga menjadi istri simpanan.

“Untuk menikah belum saatnya. Tapi kalau pacaran seperti sekarang dijalani. Itu juga pacarannya dengan pelanggan tetap. Dia sih tidak melarang saya bekerja seperti ini. Cuma bedanya saya harus ikut kalau diajak jalan oleh pacar,” senyum Maya mengakhiri obrolan.

 

(* Ismet Fikry)