Siang masih bicara sebelum Ferin dibakar hidup hidup

ferin

Semarang – Kiswati (51) begitu rentan tiap kali mengingat Ferin Diah Anjani (21). Airmatanya selalu meleleh. Berulangkali pingsan kerap terjadi pada ibu lima anak ini. Begitu besar cobaannya, setelah tahu anak keempatnya itu, meninggal dibakar dalam keadaan masih hidup, oleh Kristiyan Ari Wibowo (31).

Diakui Kiswati kekhawatirannya pada Ferin sejak dinyatakan hilang, sempat membuatnya berpikir buruk. Persisnya saat teman Ferin datang ke rumahnya, Perum PGRI blok K no.23, Sendangmulyo, Tembalang, Semarang.

“Saya sempat hubungi HPnya tidak aktip. Kalaupun aktip tidak diangkat. Sejak itu saya mulai khawatir, karena tidak biasanya. Makin membuat saya bertambah khawatir, setelah teman Ferin datang menanyakan anak saya. Setelah saya buat laporan polisi, ada info ditemukan mayat wanita hangus terbakar mirip dengan sosok Ferin,” kenang Kiswati.

Padahal siang sebelum malamnya terjadi peristiwa (31/7)), Kiswati sempat komunikasi dengan Ferin. Salah satunya kerinduan Ferin ingin segera pulang ke Semarang.

Selama ini, Kiswati hanya tahu anaknya bekerja di Blora. Dan kost di Siliwangi Residence telah dijalani dua tahun.

“Sejak bekerja belum pernah dikatakannya dekat dengan pria (pacar). Dipikirannya hanya cari uang buat bahagiakan saya,” Kiswati terlihat meneteskan airmatanya.

suasana di rumh duka

Teringat Kiswati banyak kenangan pada sosok Ferin semasa hiduo. Bahkan celoteh Ferin tiap kali berbicara dengannya.

“Dia anaknya riang. Juga perhatian pada keluarga apalagi dengan orangtua. Terakhir bicara masih sempat dikatakannya, agar saya jaga kesehatan” ujar Kiswati.

Kiswati tidak merasa ada firasat jelek akan terjadi pada Ferin. Baik sebelum dan setelah terjadi peristiwa pada Ferin, yang ditemukan 100 persen jasadnya tidak dikenal, akibat dibakar dan ditemukan di kawasan hutan jati di Desa Sendangwates Kecamatan Kunduran, Blora (1/8).

 

(* Muhammad Yogi)