Elma menolak membakar bayinya

Elma

Batam – Elma (24) terlihat banyak merenung. Diam disapa. Dibalik jeruji tahanan Polsek Batu Aji, Ia dituduh pelaku membuang bayinya di tong sampah. Anak pertama yang dilahirkannya itu, didapati sudah dalam keadaan hangus terbakar.

Celana pendek loreng dan kaos hitam yang dikenakannya menjadi alat bukti. Terlihat di CCTV salah satu rumah, Elma membawa jasad bayinya ke dalam bak sampah di samping kostnya, jalan Bungaran Timur 419 di perumahan mukakuning permai 2, Batuaji Batam, selasa pukul 06;00 (24/7).

Kematian bayinya itu diakui Elma, diyakini akibat mengkonsumsi pil menggugurkan kandungan. Persisnya dilakukan selama berada di Malaysia.

“Saya malu hamil. Setelah usia kandungan 7 bulan saya ke Batam,” jelas Elma yang bekerja sebagai TKW di Malaysia.

Elma terpaksa ke Batam lantaran kekasihnya warga Malaysia engan tanggungjawab. Sementara dirinya tidak mampu memaksa dinikahi.

“Semula saya ingin kembali pulang ke rumah orangtua. Tapi saya malu dengan kondisi seperti ini. Rencana dari Batam (usai bayi lahir) baru pulang ke Medan,” papar Elma.

Baru seminggu di tempat kost itu. Elma merasa perutnya mules. Belum sempat ke kamar mandi, bayinya sudah meringsek keluar di dalam kamar kost.

“Saat dilahirkan sudah meninggal,” ujar wanita bermarga Nababan ini singkat.

Diakui Elma kehamilannya tidak diketahui penghuni kost lainnya. Terlebih perutnya tidak terlihat besar, sehingga dapat ditutupi dengan pakaian.

Kondisi kematian bayinya tidak diceritakan ke penghuni kost. Elma mengakui memilih jalan sendiri. Di samping kamar kost ada kamar kosong berpungsi sebagai gudang.

“Saya gelisah. Memejam mata juga tidak bias. Sampai akhirnya setelah tercim bau busuk, saya pindahkan ke bak sampah,” kenang Elma.

Penemuan mayat bayinya Elma baru diketahui, setelah penghuni kost bernama Putra membakar sampah. Semula Putra tidak tahu ada bayi di dalam bak sampah. Saat membolak balik sampah yang sedang terbakar, Putra membuka bungkusan handuk berisi bayi (26/7)

 

(* Kiki Sopyan)