Neno Warisman diumpat kasar di Batam

Neno Warisman

Batam – Tidak gentar. Itu prinsip Neno Warisman (54) berkiprah di dunia politik. Peristiwa penghadangan dirinya di Batam, dianggapnya sebagai dinamika hidup. “Insya Allah, Saya tetap bergerak.”

Bagi Neno, kegaduhan acara #2019gantipresiden di masjid raya kota batam, menjadi catatan berpolitik di tanah air. Terutama proses pendewasaan masyarakatnya.

“Jujur saya tidak habis pikir. Dimana letak salahnya ? Sementara dilakukan sesuai konstitusi,” ujar Neno yang keseharian sebagai ustazah.

Teringat olehnya jauh hari sebelum rencana tablik akbar #2019gantipresiden diadakan di Batam minggu pagi (29/7), . Pihak panitia telah berkoordinasi dengan para pihak terkait. Sehingga Neno menyatakan kesanggupan untuk menghadiri pelaksanaan acara tersebut (29/7).

“Karena acara diadakan minggu pagi, saya berangkat ke Batam sabtu sore. Tidak ada info kalau ada masalah. Barulah saya ketahui setelah di bandara Hang Nadim Batam,” papar Neno.

Terihat olehnya massa dalam jumlah banyak berada di area halaman bandara. Terdengar Neno berbagai umpatan kasar dan bentangan spanduk menghujat dirinya.

Neno mengaku tidak merasa takut dengan gerakan massa seperti itu. Namun kecemasan dari aparat membuatnya menjadi mengikuti arahan.

“”Cukup lama saya tertahan di bandara (Batam). Lebih enam jam. Karena jalan keluar bandara dipenuhi warga. Sampai akhirnya sejumlah aparat membuat jalan untuk saya menuju mobil,” papar ibu tiga anak ini.

Neno berharap acara dapat diadakan minggu pagi. Sambil menunggu pihak panitia berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Neno tetap bermalam di Batam.

 

(* Kiki Sopyan)