Saat Henry Yosodiningrat terusik pada sang anak

Henry Yosodinigrat

Jakarta –  Ditegaskan Henry Yosodiningrat SH, dirinya engan berpolemik pada kasus ditangkapnya R yang merupakan putra keduanya, terkait dengan narkoba. Pengacara kondang sekaligus anggota DPR RI ini, lebih melihat tanggugjawabnya sebagai bapak dan pendiri yang juga ketua umum Gerakan Anti Narkoba (GRANAT).

Masa lalu sang anak pernah terjerat narkoba, hal  ini yang menjadikannya perang dengan narkoba, Bahkan, Henry menguatkan langkahnya itu, tidak membela kasus pelaku narkoba.

“Sikap saya sudah jelas dengan didirikan Granat. Begitu juga sikap jelas saya sebagai seorang ayah pada anak-anaknya,” papar Henry.

Karena itulah, setelah 20 tahun lalu tidak ada kabar negatip tentang keterlibatan kembali sang anak pada narkoba, membuat Henry terkejut dengan info yang diterimanya melalui pesan singkat dari nomer tidak dikenal. Meski demikian, dirinya tidak menghiraukan info tersebut.

“Saya berpikir positip, saat anak saya menolak tuduhan itu. Apalagi tidak ada perubahan dengan prilakunya sehari-hari,” papar Henry.

Namun pesan singkat terus diterimanya. Sampai akhirnya Henry merasa terusik pada info tersebut.

“Terusik pikiran saya sebagai seorang ayah. Sampai saya putuskan meminta bantuan dir narkoba untuk diperiksa tes urinenya,” ujar ayah empat anak ini.

Baginya, meski anaknya telah berkeluarga, namun perhatiannya sebagai ayah tidak pernah lepas. Termasuk dirinya sampai saat ini, masih mengarahkan dan membimbing anak-anaknya, baik dalam kehidupan dan kegiatan. (* Zulham)