Mudahnya pelaku bunuh korban berusia lanjut

Supriyanto

Jakarta –  Begitu berat kehidupan yang dijalaninya. Masih terbilang muda, Supriyanto (20) gelap mata membunuh Hunaedi (82). Korban pensiun dari angkatan laut ini, meninggal ditusuk dengan dua kali hujaman pisau di rumahnya, Komplek AL di Pondok Labu, jumat malam (5/4).

Di Polres Jakarta Selatan (12/4), Supriyanto mengakui perbuatannya. Dikatakannya aksi itu dilakukannya seorang diri. Tidak ada satupun orang lain tahu akan niat dan perbuatannya.

“Saya tergoda kembali lagi ke rumah korban. Sebelumnya sempat mencuri uang dirumahnya. Saya butuh uang bayar kontrakan sudah habis,” jelas Supriyanto.

Aksi pertama berhasil dilakukannya. Bahkan tidak diketahui pemilik rumah. Selama ini, korban hanya tinggal berdua dengan istrinya.

Diakui Supriyanto yang sehari-hari berprofesi juru parkir di kawasan Ciputat, pendapatan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Selama ini, dirinya tinggal bersama pacar, dan mengontrak di jalan Haji Muslim, yang jaraknya tidak jauh dari rumah korban.

Kedatangannya kembali ke rumah korban, lantaran diyakini Supriyanto masih ada harta yang bisa dicurinya. Namun di aksi keduanya itu, Supriyanto mengakui nekad menusuk korban dengan pisau yang dibawanya, setelah dipergoki Hunaedi.

“Korban sempat melawan dan pegang tangan saya. Langsung ditusuk lalu jatuh,” paparnya.

Karena sering membawa senjata tajam, Supriyanto mengakui pernah masuk penjara polsek Pesanggrahan di pertengahan tahun 2017. Pisau dikatakannya sebagai ‘bekal’ pegangan sebagai orang hidup di jalan.

Polisi berhasil menangkap Supriyanto, saat pelaku bersama temannya ditangkap saat tawuran di daerah cilandak. Dari tato ditangannya, membuat polisi curiga, dan mengaitkan dengan rekaman CCTV di rumah korban sama persis.

Dari pemeriksaan akhirnya pelaku mengakui perbuatannya. Ia diancam pidana 15 tahun penjara sesuai Pasal 338 juncto Pasal 365 KUHP. (* Ismet Fikry)