Vanessa berhasil direbut dari tangan penculik saat Astuti terjatuh dari motor

Surabaya  – Mendengar Vanessa Dewi Saraswati (8), berhasil diamankan di Polres Pasuruan,  Astuti (32) sujud syukur. Ibu dua anak itupun tak menyangka anak sulungnya berhasil dalam waktu singkat kembali dalam pelukannya dari tangan penculik.

Teringat Astuti peristiwa senin sore (22/1), saat dirinya menjemput Vanessa pulang dari sekolah di SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Motor yang ditumpanginya, terpeleset jatuh usai menyenggol pagar jembatan Nginden Intan Surabaya.

“Vanessa duduk dibelakang, sedangkan Tito di depan saya,” jelas warga Rungkut Surabaya ini.

Merupakan kebiasaan Astuti mengajak Tito tiap kali jemput Vanessa pulang sekolah. Namun di hari itu, dirinya mengalami musibah menabrak pagar jembatan Nginden Intan Barata.

Lantaran banyak yang menolongnya, Astuti tidak sangka ada penculik berada diantara pengendara motor yang menolongnya. Ia baru sadar saat Vanessa tidak bersamanya di rumah sakit Premier Surabaya.

Astuti sempat mencari Vanessa di sekitar rumah sakit tidak ditemukan. Begitu juga penolong yang mengantarkannya ke rumah sakit tidak mengenal orang yang membonceng Vanessa.

Diakui Astuti perhatiannya lebih tercurah pada kondisi Tito, untuk segera mendapat pertolongan medis. Sementara Vanessa tidak terluka akibat jatuh dari motor. Karenanya Astuti beranggapan saat dirinya membawa Tito diantar pengendara motor, menyangka Vanessa turut ikut diantar juga oleh pengendara motor lain.

“Saya sempat lihat Vanessa dibonceng motor lain. Tidak tahunya dibawa lari sampai ke Pasuruan. Sudah sangat jauh anak saya dibawa kabur,” geram Astuti.

Dikatakan Astuti, meski dalam kondisi bingung memikirkan kondisi Tito, Ia masih bertindak cepat menghubungi seluruh keluarganya melaporkan kehilangan Vanessa. Kehilangan Vanessa juga disebar ke seluruh sosmed, dan media Radio serta polisi.

Ditemukan Vanessa saat penculik mengisi motornya di SPBU Raci Pasuruan senin malam (22/1), yang berjarak 65 KM dari Surabaya. Si penculik menurunkan Vanessa masih berseragam sekolah di luar pagar SPBU. Salah satu petugas SPBU menanyakan Vanessa menangis. Setelah diketahui Vanessa bukan warga Pasuruan, si penculik langsung kabur tanpa sempat diamankan lebih dulu. (*Vina Oktariza)