Pelaku pembunuh supir online ditangkap, Teguh : Begitu sadis ayah saya dibunuh

Sukabumi – Teguh Rianto (40) sujud syukur, setelah 4 pelaku pembunuh ayahnya tertangkap Polres Sukabumi. Korban bernama Mulud (60) berprofesi pengemudi online, mayatnya baru ditemukan dalam keadaan membusuk, setelah 10 hari menghilang tanpa kabar

Saat jenazah berada di RSUD Sekarwangi, Cibadak Sukabumi, Teguh meyakini sosok pria tua itu adalah ayahnya. Keyakinannya itu juga didukung bukti yang ditemukan polisi, berupa tas pemberiannya yang selama ini dipakai korban tiap kali mengais rejeki sebagai pengemudi grab onile.

Apalagi setelah isi di dalam tas, ditemukan identitas korban, berupa SIM, KTP, Kartu Anggota Grab, HP dan pisau berlumuran darah. Penemuan tas dan tempat korban dibuang berjarak 500 meter, di lahan perkebunan Desa Karang Papak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Terakhir almarhum bilang mau antar penumpang ke perkebunan di daerah cigudeg, bogor. Posisinya saat itu sedang di rumah Bojong Gede,” jelas Teguh pada keinginan sang ayah mengambil order masuk dari Grab, ke Villa Asia, Bojong Gede, Bogor, jumat malam (15/12).

Namun esok hari handphone Mulud tidak dapat dihubungi. Setelah 3 hari kemudian tanpa kabar, membuat Mulud mendatangi perusahaan Grab, dan diperoleh informasi jejak rekam mobil terakhir berada di di perkebunan teh Cirangsad di daerah cigudeg bogor.

Meski sudah lapor ke Polsek Cisolok dan Polsek Bojong Gede sebagai orang hilang, namun Teguh berusaha mencari sendiri, dengan data yang diperolehnya. Namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan Mulud. Barulah setelah ada informasi dari pencari rumput, akhirnya korban ditemukan berada di pinggir jurang perkebunan tersebut, senin siang (25/12).

Polisi akhirnya berhasil meringkus 4 pelaku terlibat dalam aksi pembunuhan sadis ini. Salah satu pelaku bernama Vino (22) merupakan eksekutor, ditembak bagian kaki kirinya saat ditangkap di terminal kampung rambutan berencana melarikan diri ke Jogjakarta.

Vino membunuh korban dengan cara memukul menggunakan balok kayu, lalu untuk memastikan leher korban kemudian disayat menggunakan badik. Vino membawa dua temannya bernama Ram (26) dan UH (45), turut serta memukuli korban. Setelah itu, mobil korban digadai ke IS alias Kribo senilai 4.5 juta rupiah.

“Gelisah saya terjawab. Begitu sadis almarhum dibunuh, hanya pelaku ingin mengambil mobil korban (Datsun Go),” geram Teguh

 

(*Fajar)