Desi ditangkap sedang racik sabu di dalam kamar kostnya

Tangerang – Malam itu (29/12), tim Resmob Polsek Tangerang, mengepung rumah di jalan Veteran Raya Blok B 11 Kota Tangerang. Posisi rumah persis di depan LP Tangerang. Suasana di dalam rumah terlihat sepi terlihat dari luar pagar.

Terkesan rumah sedang tidak ada penghuninya. Namun tim yang berada di sekitar lokasi, melihat ada wanita di dalam rumah yang cukup besar itu. Bahkan tim yang memantau 15 hari rumah itu, hanya melihat wanita itu saja, tanpa ada penghuni lainnya.

Konon pemilik rumah bernama Odi. Rumah itu disewa oleh Desi Puspita Dewi asal Bandung. Sudah 3 bulan Desi kost. Namun menurut pengakuannya pada petugas yang menggerebek tengah meracik sabu baru sebulan.

Ia pun tidak dapat berkelit dengan barang bukti di dalam kamar kostnya. Setelah di interogasi, Desi dibawa ke Mapolsek Tangerang Kota dengan barang bukti 47 gram sabu siap pakai, 1 kilogram sabu setengah jadi, dan bahan baku sabu serta alat pembuat sabu.

Desi begitu terkejut saat petugas masuk ke dalam kamarnya, yang ditempatinya seorang diri. Ia tidak sangka, jika petugas selama ini telah memonitor gerak geriknya dalam dua minggu terakhir. Setelah diyakini target sasarannya telah melakukan perbuatan UU tentang Narkotika, tim serse langsung melakukan penggerebekan berjalan mulus.

Terlihat wajahnya pucat pasi. Terdengar bergetar ucapannya, saat ditanya sabu yang diterimanya. Dengan meyakini petugas, Desi sampai ucap sumpah, jika dirinya tidak tahu siapa sosok pemasok sabu yang diterimanya lewat kurir tidak juga dikenalnya.

“Saya hanya jalankan perintah M. Dia minta saya meracik bahan yang dikirim ke saya lewat telpon,” jelas Desi.

Penjelasan sementara Desi tidak dipercaya petugas. Apalagi bahan sabu yang diterimanya cukup besar. Sementara hasil sabu yang diraciknya itu, dirinya tinggal menunggu perintah selanjutya dari M, diduga sindikat Narkotik yang kini menjadi DPO.

Saat Desi dibawa ke dalam mobil petugas, Ia terlihat menundukkan wajahnya, duduk di kursi tengah diapit petugas. Sempat terdengar ucapannya pada petugas disebelahnya, pinjam HP miliknya yang disita untuk menelepon seseorang.