Adi Yu cemas setelah video sebagai pelaku penculik anak menjadi viral

Adi Yu saat menggendong Emir

Jakarta – Upi Mardiati tidak mengenal sosok Adi Yu (37), yang menggendong Emir (3 tahun) tengah bermain dengan Rizgan (5), di depan counter HP miliknya, lantai 3 ITC Kuningan, senin siang (18/12). Begitu juga penyidik Polsek Setiabudi, meragukan kejujuran pria berkepala plontos dan bertatto itu, jika dirinya tidak bermaksud menculik, namun hanya ingin menggendong serta ajak jalan membelikan Emir jajanan saja.

Status tersangka melekat pada diri Adi Yu. Ia dituduhkan telah melakukan perbuatan penculikan anak. Sesuai pasal 330 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Sesuai dengan bukti terekam jelas CCTV yang terpasang dekat counter HP milik Upi Mardiati, terlihat jelas Adi Yu langsung menghampiri Emir. Kemudian dalam hitungan detik, Emir sudah dalam gendongan Adi Yu.

Beruntung Upi keluar dari toilet. Ibu dua anak itu, mendengar suara Emir tidak mau digendong Adi Yu. Segera Upi mengejar dan berhasil merebut Emir dari tangan Adi Yu. Pria inipun lalu meninggalkan Upi Emir begitu saja.

Dalam tahanan Polsek Setiabudi, terlihat jelas Adi Yu bersama penghuni lainnya. Seperti dikatakan penyidik, keterangan Adi Yu masih diperlukan. Mengingat penjelasan pria asal Medan ini, perlu dilakukan pembuktian lain. Salah satunya tes kejiwaan, dan serangkain tes lain.

Menurut Adi Yu, seperti dikatakan AKBP Bismo Teguh Prakoso selaku Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, pelaku sebelumnya mengenal Emir, yang sehari-hari diajak Upi berdagang HP di toko. Pelaku pun mempunyai toko juga, yakni menjual perhiasan emas tidak jauh dari toko Upi.

Karena itu, Adi Yu mengaku berani menggendong Emir saat itu. Terlebih dirinya senang dengan anak-anak.

“Saya khilap, tidak ada niat menculik. Waktu ibunya minta langsung saya kasih. Tidak ada rencana jahat dengan anak itu,” papar Adi Yu yang berstatus jomblo dan tinggal kost belakang ITC Kuningan.

Di depan petugas, Adi Yu terkejut dengan tuduhan sebagai pelaku penculik anak. Apalagi sejak videonya menjadi viral, Ia menjadi cemas. Sehingga membuatnya menyerahkan diri, sebelum polisi menangkapnya.