Terbunuhnya Siti Nurhayati, sengaja dipancing marah lebih dulu oleh Ridwan

Siti Nurhayati

Tangerang – Begitu sadis cara Ridwan Setiadi (23) membunuh kekasihnya, Siti Nurhayati (22). Bersama temannya bernama Ardi Setiadi (20), leher Siti dijerat dengan tali pinggang milik Ardi. Dalam kondisi lemas, kedua lengan tangan korban kemudian disayat dengan pisau dapur bergagang kuning. Urat nadi Siti putus, darah pun mengalir deras.

Nyawa Siti melayang, di rumahnya ibu angkatnya bernama Muhidah Hasanah, Perumahan Amarapura Blok F 2 nomor 18 RT 002/RW 05, Kademangan, Setu, Kota Tangerang Selatan, pada 3 desember 2017, pukul 8 malam

“Berdasarkan hasil autopsi. Korban meninggal ditemukan bersimbah darah di dalam kamar rumahnya, lebih disebabkan adanya penekanan saluran pernapasan. Sehingga kehabisan napas,” ujar Ajun Komisaris Alexander selaku Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan.

Ridwan ditangkap di rumahnya

Dari hasil olah TKP dan saksi adik korban bernama Nurleha, polisi langsung memburu Ridwan Setiadi alias Maman alias Sembiring, dan Ardi Setiadi alias Ardiana. Kedua pelaku langsung kabur meninggalkan korban saat tengah sekarat, dengan membawa motor milik korban dan HP merk Asus.

Pemantauan dilakukan pada kedua pelaku. Berbagai informasi diperoleh. Sampai akhirnya tim Vipers Kepolisian Resor Tangerang Selatan, memburu lokasi kedua pelaku di Subang. Ridwan dicocok sedang di Kampung Sukaresmi, RT14/004, Sokelat, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sedangkan Ardi Setiadi di Kampung Cisaga, Desa Balendung, Kecamatan Cibogo, Subang.

“Pelaku terkejut dengan kedatangan petugas. Mereka tidak melawan dan melakukan perlawanan. Pasrah dan mengakui perbuatannya,” ujar Alexander.

Pelaku telah merencanakan

Dari penjelasan pelaku terungkap motip pembunuhan telah direncanakan. Bahkan skenario pun disusun memuluskan aksi kejam tersebut, pada almarhum yang bekerja di kantor notaris daerah Gading Serpong.

Kebiasaan almarhum dipelajari Ridwan. Mengingat selama 4 bulan menjalani hubungan, pelaku cukup memahami karakter korban semasa hidupnya menggunakan jilbab. Termasuk bagaimana skenario pembunuhan dijalankan.

Saat kedua pelaku datang ke rumah korban, Ridwan mengawali percakapan dengan membuat pelaku marah. Kemarahan korban itu yang kemudian memancing Ridwan mengawali aksi kejamnya itu.

“Ardi jerat leher korban dari belakang pakai tali pinggangnya. Saya lalu menusuk lengannya pakai pisau dapur rumah,” jelas Ridwan pada petugas.

Diakui Ridwan HP milik korban telah dijualnya seharga 150 ribu. Uang itu buat biaya pelariannya ke subang. Sementara motor milik korban belum terjual, namun sudah di iklankan untuk dijual. Sedangkan barang bukti tali pinggang dan pisau, dibuang Ridwan di sungai daerah Bekasi.

Baik Ridwan dan Ardi merupakan teman. Persahabatan pelaku membuat kesepakatan berbuat keji pada korban, tidak ada keraguan untuk melakukannya.