Buwas diam-diam berhasil gerebek dua pabrik PIL PCC

Budi Waseso

Semarang – Setelah lima bulan melakukan penyelidikan, akhirnya pabrik pembuat pil paracetamol caffeine carisoprodol (PCC), berhasil digerebek aparat BNN. Keberhasilan itu dilakukan, setelah mempelajari jaringan pemasok 12 ton bahan pembuat PCC, yang disita Polsek Bintan Timur Kepulauan Riau.

Budi Waseso selaku kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil mengendus dua rumah pembuat PCC. Dalam sehari rumah yang berfungsi sebagai pabrik terletak di jalan Halmahera no. 12 Semarang Timur, mampu memproduksi ribuan pil PCC. Sementara pabrik lain yang di gerebek, merupakan sebuah rumah dua lantai di kampung Cindirejo Lor Gilingan Solo.

Barang bukti disita selain bahan baku, juga 50 juta pil siap edar, dan mesin canggih pembuat pil PCC. Rencana pil yang siap edar itu, akan dikirim ke Kalimantan dan Sulawesi.

Upaya mengungkap pabrik pembuat PCC, untuk menekan jumlah korban bertambah banyak. Mengingat Pil PCC yang dijual hanya 5000 pertablet. Sehingga banyak yang memesan. Seperti kasus puluhan siswa di Kendari setelah menelan Pil PCC, membuat tubuh menjadi lemas seketika, dan nyaris kehilangan kesadaran.

“Apalagi dua pelaku utama yang kita bekuk bukan ahli farmasi. Asal buat dan seenak mencampur bahan, sangat membayakan,” ujar Buwas sapa akrab Budi Waseso.

Budi Waseso mengakui bahwa pil tersebut memang tidak termasuk kategori narkotika. Dengan harga murah membuat banyak anak-anak membelinya. Dalam kandungan Pil PCC itu, tercanpur bahan paracetamolsuprodol, dan lainnya

 

(*Arman)