Nur akhirnya menbawa pulang jenazah Eka Fitra Akbar

Jambi – Duka mendalam tergambar jelas pada Iptu Muhamad Nur, Kanitreskrim Polsek Plepat, Muaro Bungo Jambi. Karena anak sulungnya yang telah menikah, meninggal ditembak Polisi setelah melakukan pembakaran Polres Dharmasraya, Padang Sumatra Barat, pukul 2 pagi (12/11). Sosok ayah penyabar dan tegas dikenal di lingkungan tempat tinggalnya itu, sangat terpukul pada aksi nekat dilakukan Eka Fitra Akbar (24), bersama temannya, Enggria Sudarmadi (25)

Semasa hidup Eka Fitra Akbar dikenal bergaul dengan warga tempat tinggal orangtuanya. Sehingga saat almarhum dikuburkan, banyak warga sebelumnya turut mensholatkan jenazah Eka di mesjid tidak jauh dari rumah orangtuanya.

Semula Muhamad Nur sudah pasrah, jika jenazah Eka tidak dibawa pulang, dan dikuburkan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat.. Namun diharapkan Nur, agar almarhum Eka dimakamkan secara Islam, dengan cara dimandikan, disalati, dan dikubur secara layak. Nantinya Nur dan keluarga akan datang berziarah ke makam Eka.

Namun sikap Nur berubah. Jenazah Eka dibawa ke Jambi dan dimakamkan tidak jauh dari rumah sang ayah, selasa pukul 21:00 (14/11). Iringan mobil jenazah tanpa pengawalan, membawa jenazah Eka dari RS Bhayangkara Padang, pada siang harinya, setelah Nur dan pihak keluarga Enggria Sudarmadi, mengurus administrasi membawa pulang jenazah.

Menurut pihak keluarga, almarhum telah menikah, dan tinggal mengontrak di Jalan Damar No 14, RT/RW 08/03 Kel Pasir Putih, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi. Perjumpaan terakhir keluarga dengan Eka, saat almarhum datang ke rumah orangtuanya sebelum ke Padang, pukul 19:00 (11/11).

 

(*Devi Bustaman)