Sebelum ditembak di tempat kerja, pelaku dan korban ribut di rumah 

dr. Ryan Helmi

Jakarta – Pemeriksaan Ryan Helmi (41) terkendala dengan pola tingkahnya selama pemeriksaan. Pelaku berprofesi dokter spesialis perawatan kulit dan kecantikan ini, ‘menghindar’ bicara gamblang, setiap pertanyaan penyidik terkait dr Letty Sultri (46), istrinya sendiri ditembak sampai meninggal, di ruang klinik Azzahra Medical Center, Cawang – Jakarta Timur, kamis pukul 14:30 (10/11).

“Jawabannya selalu singkat. Ada juga pertanyaan dijawabnya berbeda dengan yang ditanya,” jelas petugas penyidik di Polda Metro Jaya.

Bahkan pelaku suka berguman sendiri. Kadang dalam pemeriksaan, pelaku masih menyalahkan dan menganggap korban bersalah, sampai akhirnya pelaku menembak korban dengan pistol.

dr. Letty meninggal di ruang klinik

Dari pemeriksaan sementara, baru diperoleh keterangan dari dokter Ryan Helmi, pencetus pelaku menembak dokter Letty Sultri, karena sering terjadi cekcok berkepanjangan, soal gugat cerai yang dilakukan korban pada suaminya itu.

Akibat keenganan korban untuk berdamai meski dua kali sidang cerai di Pengadilan Agama Jakarta Timur, membuat Ryan Helmi frustasi dan marah. Terlebih pelaku sebelum berangkat kerja dari rumah yang ditinggali setelah tidak tinggal serumah dengan korban, sempat bertengkar dengan korban melalui telepon.

“Korban tidak mau rujuk. Maunya cerai. Di hari itu, pelaku masih sempat ngajak damai. Tapi tidak ditanggapi korban,” jelas penyidik.

Pelaku dianggap korban tetap pada pendirian, memilih cerai dari pelaku. Almarhumah merasa tidak mampu membina kembali rumahtangga bersama pelaku, yang telah dijalani selama lima tahun, dan belum memperoleh anak.

Akibat galau dan emosi yang tidak dikontrol, pelaku mendatangi Letty Sultri, yang saat itu sedang paraktek di klinik Azzahra Medical Center. Sementara pelaku memiliki tempat praktek juga, di Imperial Aesthetic Clinic, yang lokasi tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).

“Pelaku naik motor ojek. Lalu masuk ke dalam klinik. Korban dilihat sedang bicara dengan karyawan di depan meja resepsionis. Kemudian korban dipaksa pelaku masuk ke salah satu ruangan di klinik itu. Sempat katanya ribut, sebelum pelaku menembak korban sampai meninggal di tempat,” ujar penyidik juga telah menyita dua pistol milik pelaku.