dokter Ryan Helmi mudah emosi dan kasar pada dokter Letty setelah menikah

dr letty

Jakarta – Iringan mobil jenazah memasuki rumah duka, jalan Sunan Ampel Jakarta Timur (10/11). Almarhum dr Letty Sultri (46), usai sholat Jumat dimakamkan di TPU Lampiri, yang berjarak 500 meter dari rumah yang selama ini ditempat korban dengan pelaku.

Keluarga korban berkumpul. Sebagian masih membicarakan dokter Ryan Helmi, suami yang membunuh istrinya sendiri dengan 6 kali tembakan.

“6 kali tembakan, 3 ada di dalam tubuh, 3 peluru menembus tubuh,” jelas Afifi Bahtiar, kakak tertua korban pada adik keduanya itu yang menjadi korban.

Afifi tidak sangka akhir hidup dokter Letty dengan cara teramat sadis. Semasa hidupnya dianggap Fifi, jika korban pernah mengeluh dengan karakter dokter Ryan Helmi setelah menjadi suami.

“Almarhum tidak banyak cerita. Tertutup soal rumahtangga. Tapi sempat dikatakannya, suaminya ringan tangan,” papar Afifi.

Saking tidak tahan kasar diperlakukan, membuat dokter Letty mengadukan KDRT yang dialaminya ke polisi. Sampai akhirnya proses BAP masih berjalan, korban sudah meninggal akibat tembakan pelaku pada tubuh korban.

“Laporan KDRT nya ke polisi tanggal 19 Juni (2017). Almarhum sudah tidak tahan lagi diperlakukan seperti itu,” ujar Afifi.

Diakui Afifi jika almarhum adiknya melaporkan KDRT, karena dirasa sudah keseringan dilakukan. Meski demikian, almarhum tidak pernah cerita dengan KDRT yang dilakukan Ryan Helmi.

“Adik saya selama ini menutupi prilaku kekasaran suaminya. Pernah ditanya luka tubuhnya dianiaya (Ryan Helmi), oleh almarhum dikatakan jatuh dari kamar mandi,” papar Afifi.

Begitupun keluarga paham. Sampai akhirnya saat dokter Letty mengadukan KDRT tidak dicegah keluarga.