Pesona wisata air terjun Umbulan menelan korban

Probolinggo – Pesona air terjun Umbulan di kecamatan Sukapura Probolinggo, menggelitik Lukman Suharto (22), Ferdiansyah (13), Ahmad Bashori (13) dan Zainul Arifin (24) berkunjung. Keempatnya warga Kecamatan Kademangan, Probiolinggo. Suasana ceria berubah duka, setelah air bah mendadak menyapu lokasi sungai tempat mereka mandi, di bawah air terjun Umbulan, minggu siang (5/11).

Warga setempat paham kondisi air terjun. Terutama di musim hujan, dibalik pesona lokasi air terjun terindah di Indonesia, memiliki bahaya dapat mengancam jiwa. Terutama pengunjung diingatkan untuk berhati hati, atau dilarang datang di musim hujan atau setelah lokasi diguyur hujan.

Karena bukan hanya medan menuju lokasi licin, tapi juga rawan longsor dan banjir. Bahkan akses jalan menuju air terjun dibeberapa bagian rusak dan berlumut, sehingga sangat licin jika basah oleh air hujan dan embun.

Tidak menyadari bahaya mengancam, keempat sahabat itu masih asik bermain di sungai di bawah air terjun. Guyuran hujan intensitas sedang, dianggap hal biasa. Sampai akhirnya mendadak air bah menyapu lokasi tempat mereka bermain.

“Saya nyangkut di besi. Langsung pegang erat tidak terseret. Saya tidak tau yang lain kemana,” sedih Zainul Arifin.

Kecemasan Zainul Arifin juga terlihat pada Ahmad Bashori, berhasil selamat dari terjangan air bah. Bahkan diakui Ahmad Bashori, dirinya bisa selamat karena ditolong Lukman.

“Kakak saya terbawa air setelah menolong saya. Saya berhasil diselamatkannya,” tangis Ahmad Bashori.

Ahmad Bashori menangis mendengar berita setelah Tim SAR dan Polsek Sukapura, baru menemukan Lukman sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sementara Ferdiansyah belum berhasil diketemukan.

“Pencarian dihentikan karena sudah malam. Apalagi kondisi sungai sudah berkabut selain lokasi nya gelap,” ujar AKP Noer Choiri selaku Kapolsek Sukapura.

Diharapkan pencarian yang berangsung pagi ini (6/11) berhasil menemukan Ferdiansyah. Alur jalannya air sungai yang melalui beberapa desa dibawahnya, disiagakan tim penolong dan warga desa agar berjaga-jaga.