Sesal Rina berkepanjangan setelah anaknya dibunuh sadis tukang ojek langganan

Rina

Banyuwangi – Ingatan pada Alesha Keisha Ardani (22 bulan) terus bersemayam dalam pikiran Rina Munarsih (30). Ia tidak sangka akhir hidup anak semata wayangnya berakhir tragis, saat dititipkan di rumah Effendi, si tukang ojek langganannya. Penyesalan terus menghantui istri Wiyono ini.

Di rumahnya, gang Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi, foto Alesha terpampang di dinding rumah. Rumah yang dapat dilewati kendaraan motor saja, berdekatan dengan lokasi Alesha dimakamkan. Hanya beberapa langkah saja jarak rumah dengan Alesha dikuburankan.

Bila malam tiba, sementara Wiyono belum pulang dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan, Rina kerap memandang lokasi Alesha kuburan. Seakan Rina titip ucapan pada Alesha, untuk tidur nyenyak di pembaringannya kini.

Seperti diberitakan mengenai peristiwa menggemparkan warga Banyuwangi itu, terjadi sabtu siang (28/10), di rumah Efendi, Lingkungan Pakis Duren, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi. Rina menitipkan Alesha karena kasihan dibawa ke rumah temannya, yang tidak jauh dari rumah Efendi.

Namun setelah kepergian Rina, Alesha terbangun dan menangis mencari Rina. Namun Efendi justru mendiamkannya dengan membenturkan tubuh Alesha di ranjang. Sehingga Alesha terdiam.

Semula Rina tidak sangka Efendi telah berbuat kasar Alesha. Dan Rina percaya saat itu pada keterangan Efendi, kalau Alesha terjatuh dari kamar mandi.

Setelah Alesha dibawa ke rumah sakit Fatimah, dan kemudian dirujuk ke RSUD Blambangan, barulah terkuak jika terjadi benturan yang mengakibatkan luka dalam di otak Alesha. Dokter berupaya menyelamatkan Alesha, nyawa Alesha tidak dapat diselamatkan.

“Lukanya Alesha banyak. Saya ingin dia dihukum mati,” tangis Rina tentang Efendi telah di penjara di Polres Banyuwangi sebelum sempat mau melarikan diri.

Permintaan hukuman mati setimpal dengan penderitaan Alesha. Berdasarkan hasil visum, Alesha mengalami pendarahan luas di bawah selaput otak kanan akibat benda tumpul. Kemudian ada luka memar pada dahi sebelah kiri, luka dipangkal hidung, di bibir atas serta luka memar di telinga kanan serta kiri.

“Delapan Desember (besok) Alesha berulangtahun ke-2. Saya dan ayahnya sudah merencanakan membawanya jalan-jalan. Membelikannya baju dan mainan,” sedih Rina.

Diakui Rina, wajah Alesha begitu membayanginya. Kadang tiap kali memandang foto Alesha, dirinya menangis tiba-tiba.

(* Arif Ridwan)