DJumat ungkap kuburan tak dikenal, setelah pemandi jenazah tidak sengaja lihatkan foto jenazah anaknya

Probolinggo – Begitu histerisnya Muslikah (43), menyaksikan peti jenazah Mochamad Dedy Irawan (19), diturunkan ke liang lahat TPU Mbah Ma’mun Kecamatan Mayangan, Probolinggo, jumat siang (3/11). Ibu tiga anak itupun menjerit menyayat hati dan pingsan berulangkali, lantaran almarhum sebelumnya telah dikuburkan sebagai jenazah tidak dikenal di TPU Karangwingko, Pasuruan, selasa (24/10).

Kisah sedih keluarga Djumat (52) menjadi viral, khususnya masyarakat di kota Probolinggo selalu membicarakan meninggalnya mahasiswa Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang ini. Bukan hanya sosok almarhum dikenal pernah menjadi finalis Kang dan Yune Probolinggo 2016, namun cara penanganan Dedy Irawan saat dikuburkan tanpa diketahui keluarga dan orangtuanya.

Muslikah pingsan

Seperti diberitakan, Dedy Irawan meninggal setelah motor Beat nopol N 5296 SJ yang ditumpanginya seorang diri, menabrak motor Honda nopol N 2686 TAJ yang dikendarai Sudirman (24) dengan membonceng Nia Oktavia (22), di jalan raya Ir Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, jurusan Pasuruan ke Probolinggo, pada 20 Oktober. Di jumat sore itu, almarhum berangkat dari Malang menuju pulang ke rumahnya di jalan MT Haryono X Probolinggo.

Akibat kecelakaan itu, Dedy Irawan sempat dirawat di RSUD dr R Soedarsono, Pasuruan. Namun upaya penyelamatan tidak berhasil akibat luka yang diderita almarhum. Sehingga jenazah Dedy Irawan dikuburkan setelah 3 hari disimpan di kamar jenazah.

Sosok Djumat menjadi topik yang dibicarakan warga. Berkat kegigihannya, membuat jasad Dedy Irawan dikuburkan berhasil ditemukan, setelah handphone almarhum tidak aktip selama seminggu.

Tindakan Djumat mencari kabar tentang Dedy Irawan, setelah dirinya kedatangan Sudirman, pengendara motor yang ditabrak motor oleh Dedy Irawan (28/11). Sejak itu, Djumat mulai curiga HP sang anak tidak aktip selama ini.

“Tidak terpikir anak saya sudah meninggal, apalagi telah dikuburkan sebagai mayat tidak dikenal. Sama sekali tidak ada firasat jelek. Meski perasaan saya tidak nyaman saja,” jelas Djumat.

Perasaan tidak nyamannya itu, saat Djumat mendatangi kost dan kampus Dedi Irawan. Hanya info didapatkan Djumat dari teman almarhum, bahwa Dedy Irawan sudah seminggu berangkat dari Malang pakai motor ke Probolinggo.

Djumat

“Saya mendatangi Polres Pasuruan. Ada motor Dedy di ‘parkir’, selain tas dan komputernya. Disitu perasaan saya sudah tidak tenang. Langsung saya mendatangi rumah sakit Soedarsono. Awalnya tidak ada yang tahu. Tapi ada petugas mayat menunjukkan foto anak saya saat dimandikan di ruang jenajah. Disitulah saya lemas,” papar Djumat, PNS di Dinas Perikanan Porbolinggo.

Dari rumah sakit, Djumat memperoleh informasi Dedi Irawan telah dikuburkan. Saat mendatangi TPU Karangwingko, Pasuruan, Jumat mengakui jiwanya sangat terpukul melihat pusara anak tertuanya itu.

“Anak saya dikuburkan tanpa ada keluarga dan orangtua tahu dan mengantarkannya. Layaknya seperti binatang. Jangankan saya, Ibunya sejak tahu Dedi meninggal sampai sekarang masih shok. Begitu juga istri almarhum. Tangis saya telah tumpah seluruhnya saat melihat kuburannya,” jelas Djumat bahwa Dedi Irawan telah punya anak bernama Mochammad Mahajaya Aldavil berusia setahun dari pernikahannya dengan Dini Eka Wulansari (20).

 

(*Arif Ridwan)