Santi buang kelamin pria akhirnya bisa melahirkan

Santi

Tegal – Kebahagiaan Santi (25) bertambah, usai melahirkan bayi lelaki melalui operasi caesar di RSUD dr Soeselo, Slawi, senin malam (30/10). Istri Tarsono (35) ini bercerita saat memilih kelamin wanita dari dua kelamin yang dimilikinya.

Memiliki dua kelamin berdampak pada fisik dan perasaan yang dirasakan Santi. Karena adanya dua kelamin yang dimilikinya, Santi mengakui memiliki perasaan suka, baik dengan perempuan juga pria.

Namun, perasaan sukanya lebih pada pria, yang akhirnya menikah dengan Tarsono dua tahun lalu. Diakui anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan Dasori (72) dengan Poniah (67) ini, perasaan sukanya seperti umumnya wanita.

Meski demikian, Santi mengakui fisiknya seperti lelaki, ditunjang suaranya yang besar seperti pria pada umumnya, membuatnya dirinya bingung ketika itu menentukan pilihan. Terlebih ukuran dadanya seperti pria, sehingga memiliki buah dada umumnya wanita.

“Sejak lahir orangtua sudah beri nama saya perempuan. Tapi di KTP saya kosongkan jenis kelamin, meski di usia 16 tahun sempat mengalami menstruasi,” kenang Santi, terlahir memiliki kelamin ganda.

Melihat keseriusan Tarsono, membuat Santi memilih kelamin wanita. Ia pun melakukan operasi membuang kelamin prianya Di RSUP Kariadi Semarang. Untuk menunjang hormon wanitanya, Santi diharuskan minum obat sampai hari ini.

“Sebulan sekali kontrol ke dokter. Obat yang diberikan lebih banyak buat hormon wanita, sekaligus obat itu berfungsi menekan hormon testoteron (pria),” papar warga Desa Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal ini.

Dengan obat itulah, Santi kini merasakan banyak perubahan dirasakan sebagai wanita. Tubuh kekarnya kini terasa lentur, begitu juga otot-otot yang biasanya terlihat umumnya ada di pria kini mulai berkurang.

Santi merasakan kini ada perkembangan di buah dadanya mulai menonjol. Diharapkannya dapat menyusui bayinya yang kini belum diberi nama.

 

Kontributor Tegal: Dwi Sangaji