Kata pengemudi kini harus waspada tilang elektronik diterapkan

Jakarta – Para pengendara kini terlihat berhati–hati berkendara di beberapa ruas jalan. Penerapan tilang elektronik, sepertinya telah banyak diketahui pengemudi, yang akan dimulai awal november 2017.

Seperti diakui Wahyu Hidayat, pengemudi taksi online, Ia kini lebih waspada selama berkendara. Baik menggunakan seatbelt saat mengemudi, menggunakan handphone sambil membawa kendaraan, juga waspada agar tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas selama di jalan raya.

“Repot kalau di tilang. Belum lagi proses pembayaran dan mengambil sim yang disita petugas misalnya,” ujar Wahyu.

Ia bercerita bagaimana teman sesama pemgemudi online kena tilang di daerah Harmoni. Petugas polisi langsung menghentikan mobil temanya, sambil memperlihatkan bukti pelanggaran yang telah dilakukan.

Dalam hal ini, CCTV yang terpasang di 14 titik lokasi jalan, membuat pelanggaran segera diketahui petugas yang berada di jalan tersebut. CCTV milik Dishub, menjadi media pemantau pelanggar lalu lintas. Karena CCTV yang terpasang, mampu merekam dan men ZOOM lalu capture gambar sebagai bukti pengendara pelakukan pelanggaran.

“Kalau kena tilang bisa ke pengadilan, atau diselesaikan hari itu dengan petugas yang bawa mesin pembayaran. Kalau mesin pembayarannya tidak dibawa, repot lagi, kita bayar dulu di bank, kemudian bukti pembayaran untuk mengambil sim atau stnk yang disita,” jelas Wahyu.

Masalahnya kalau pembayaran dilakukan ditempat dengan mesin Electronic Data Capture (EDC), pelanggar dibebankan membayar denda maksimal. Barulah setelah adanya putusan hakim dikenai denda dibawah harga yang sudah dibayar, maka sisa uang dikembalikan ke rekening si pelanggar.

“Pokoknya repot kalau sudah berurusan tilang. CCTV yang terpasang saat ini, menjadi ‘ancaman’ pengendara. Kalaupun lolos dari pantauan petugas di lapangan, bukan berarti telah aman. Karena petugas akan mendenda dengan bukti yang ada, saat si pengendara memperpanjang STNK atau SIM. Malah teman saya bilang, petugas bisa datang ke rumah, dengan membawa bukti pelanggaran,” paparnya.

Untuk saat ini, berapa ruas jalan yang terpasang CCTV, yakni Kebon Sirih, Thamrin, Patung Kuda, Hotel Milenium, Harmoni, Blok M, Jl. Panjang, Kedoya Pesing, Green Garden, Pos Pengumben dan Gatot Subroto.