Rekontruksi di Bandara KLIA peluang Siti Aisyah bebas Vonis Mati

Siti Aisyah duduk di kursi roda

Malaysia – Menjelang sidang putusan atas terdakwa Siti Aisyah (Indonesia) dan Doan Thi Huong (Vietnam), hakim Pengadilan Tinggi Shah Alam merasa perlu melihat lokasi terjadi kejadian. Di Bandara Internasional Kuala Lumpur, selasa siang (24/10), kedua terdakwa terbunuhnya Kim Jong Nam kembali melakukan rekontruksi ulang, disaksikan hakim, jaksa, polisi serta pengacara Gooi Song Seng.

Selaku pengacara Siti Aisyah, Gooi melihat peluang Siti dan temannya – Doan Thi Huong, terbebas dari tuntutan vonis mati. Sehingga hakim memandang perlu melihat langsung menyaksikan ulang rekontruksi kedua terdakwa.

Sikap hakim Pengadilan Tinggi Shah Alam berbeda dari biasanya. Apalagi melihat rekontruksi ulang yang dilakukan terdakwa pada saat kejadian. Seperti diakui terdakwa, bahwa mereka mengikuti permainan Game yang diintruksi seseorang dengan sasaran Kim Jong Nam.

“Kedua terdakwa tidak mengenal korban sama sekali, termasuk soal racun yang dipakai. Mereka hanya mengikuti intruksi menjalani permainan game,” jelas Gooi.

Kehadiran kedua terdakwa di bandara internasional Kuala Lumpur, dengan pengawalan ekstra ketat 200 personil kepolisian Diraja Malaysia, membuat banyak pengunjung menyaksikan jalannya rekontruksi.

Rekontruksi dimulai dari kafe bernama Bibik Heritage yang berada di dalam bandara internasional Kuala Lumpur, lokasi yang merupakan tempat awal mereka bertemu dengan Mr X yang memberi cairan.

Kemudian pindah ke ruang keberangkatan. Di area check-in untuk penerbangan ke Macau, kedua terdakwa memulai aksinya mendekati korban, Kim Jong Nam yang sedang berjalan menuju ruang cek

Siti Aisyah terlihat lelah, begitu juga dengan Doan Thi Huong, selama menjalani 6 adegan rekontruksi. Mereka bahkan tidak sanggup berdiri, sehingga didudukan di kursi roda.

 

Kontributor Malaysia : Fahrul Iman