Wajah Nadia disayat-sayat pisau, hukum rimba menanti pelaku

Nadia

Medan – Upaya keluarga Nadia Chaniago (17) mencari pelaku berinisial DS terus dilakukan. Begitu juga dengan pengejaran Polres Siantar, terhadap pria beristri memiliki satu anak itu. Tindakan aniaya sadis DS pada Nadia, hampir merengut nyawa siswi kelas XII SMA Teladan Kota Pematang Siantar, Medan.

Iwelya Gusnawati (20) tidak mampu meluapkan emosinya. Di RS Tiara, kakak Nadia ini sangat berharap pelaku bisa ditemukan. Bahkan bila dimungkinkan dilakukan hukum rimba.

“Sadis kali orang itu. Sampai Nad (panggilan pada Nadia) seperti ini. Keluarga besar kami sangat marah sama dia. Diantaranya mencari sendiri selain polisi juga mengejarnya. Entah apa yang terjadi kalau dia sampai ketemu. Mungkin akan berlaku hukum rimba,” ujart Iwel, akrab Iwelya Gusnawati disapa.

Dari penjelasan Nadia, akhirnya diketahui pelaku berinisial DS yang melakukan penganiayaan. Bahkan, Iwel menganggap pelaku sudah meyakini Nadia sudah mati ditangannya.

“Meski adik saya disiksa sedemikian sadis, beruntung nyawanya masih selamat. Padahal pelaku bilang Nad sudah mati ditangannya,” sedih Iwel.

Iwel bersyukur nyawa Nadia masih dapat diselamatkan. Padahal bila melihat luka tubuh di sekujur Nadia, dipastikan siapapun korban yang mengalaminya dipastikan meninggal. Nadia ditemukan warga dengan luka sayatan pisau di seluruh wajahnya, dan dengan tangan terikat kebelakang, di Pinggir Jalan Rondahaim Purba, Kelurahan Pondok Sayur, Siantar, Sumatra Utara, kamis pagi (19/10)

Peristiwa berawal usai Nadia bubar dari sekolah (18/10). Masih menggunakan seragam sekolah, Nadia memenuhi ajakan DS untuk bertemu. Semula DS melarang Nadia bawa dua teman sekolahnya. Namun Nadia bersikukuh tetap membonceng dua temannya dengan motor Vario BK 6311 WAB, milik Nadia

Ketika bertemu Nadia dipaksa DS membonceng motornya. Sementara dua teman memakai motor milik Nadia. Di tengah jalan DS memacu motornya, sehingga kedua teman Nadia kehilangan jejak mengikuti.

“Niat busuknya (DS) sudah terlihat jelas. Entah kemasukan syetan apa, sampai menyiksa Nad sangat sadis, dan mau menghabisi nyawa adik saya. Kami akan buat perhitungan. Ke lobang semut pun akan terus kami cari sampai dapat,” geram Iwel.

 

Kontributor Medan: Irwan Ginting