Musakir Sarira dibunuh istri, Andi Erni Astuti selalu menangis tengah malam

Kendari – Dalam jeruji tahanan Polres Kolaka Utara di salah satu kabupaten Sulawesi Tenggara, Andi Erni Astuti (AEA) lebih banyak bengong. Kadang menangis menyesali perbuatannya telah membunuh suaminya, Musakir Sarira.

Peristiwa terbunuhnya Musakir Sarira, ketua DPRD Kolaka Utara menjadi perbincangan warga setempat. Karena tidak menyangka Musakir Sarira meninggal dengan mengenaskan, dibunuh oleh istri mudanya itu.

Begitu meluasnya perbincangan warga di Kolaka Utara, membuat tamu di Polres Kolaka Utara turut bergunjing tentang sosok Andi Erni Astuti yang kini berada dalam tahanan.

Menurut sumber di lingkup Polres Kolaka Utara, ibu tiga anak itu kerap menangis dalam tahanan. Diduga depresi setelah Musakir Sarira meninggal di tangannya, dengan tusukan pisau di bagian perut.

“Saat diperiksa juga ketika kondisinya lagi tenang. Pemeriksaannya juga belum tuntas. Karena sering berhenti, setiap AEA tidak bisa menjawab pertanyaan diajukan penyidik. Salah satunya karena menangis, sehingga pemeriksaan ditunda sambil menunggu kondisinya tenang,” jelas sumber polisi seraya mengatakan AEA akan dibawa ke physkolog.

Bahkan menangis tengah malam pun dilakukan AEA. Khawatir terjadi hal buruk, membuat petugas piket sering memonitor keadaan istri Musakir Sarira dalam tahanan setiap saat.

“Sepertinya dia tertekan dengan peristiwa ini,” jelas sumber.

Meninggalnya Musakir Sarira akibat luka tusuk di rumah dinasnya. Berawal setiba almarhum di rumah dinasnya selasa malam (17/10). Selang 30 menit kemudian, AEA meminta penjaga rumah membawa korban di RS Kolaka Utara. Lalu dirujuk ke RSUD Jafar Harun Kolaka Utara. Karena kehabisan darah akhirnya Musakir Sarirameninggal dunia.

 

Kontributor Sulteng : Andi Rizal