Isu hukuman mati Andi Lala beredar di Penjara

Andi Lala di persidangan

Medan – Hukuman mati dipastikan pada Andi Lala (34), ekskutor pembunuh satu keluarga di Medan ini. Seluruh dakwaan Kadlan Sinaga selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dibenarkan hakim di Pengadilan Negeri Medan.

Andi Lala tidak menolak putusan tersebut. Ia seperti pasrah menanti pelaksanaan hukuman mati untuknya. Seperti dikatakan napi satu sel dengannya, isu pelaksanaan hukuman mati begitu keras akan dilakukan pada Andi Lala.

“Namanya (Andi Lala) disertakan. Kalau ada jadwal napi di eksekusi mati, dia dipastikan salah satu yang dipilih,” jelas seorang napi.

Peristiwa terbunuhnya Riyanto dan 4 anggota keluarganya, terjadi di Jalan Mangaan, Mabar, Medan 8 april 2017. Andi Lala bersama Roni Anggara (keponakan), Andi Syahputra (teman Roni Anggara), mendatangi rumah Rianto. Seorang diri Andi Lala melakukan aksi sadisnya itu, yang kemudian Roni Anggara turut serta membantu, sedangkan Andi Syahputra berjaga di depan rumah.

Perbuatan sadis Andi Lala juga terjadi pada Suherwan alias Iwan Kakek. Pelaku membunuh korban pada 12 Juli 2015, karena dianggap selingkuh dengan Reni Safitri, istri Andi Lala. Peristiwa terjadi saat Suherwan pakai motor mendatangi Reni di rumahnya pukul 8 malam. Andi Lala membunuh korban pakai alu penumbuk padi, disaksikan Reni dan pelaku lain bernama Irfan alias Efan.

 

Kontributor Medan: Sarif Ginting