Pengakuan Rusnida tentang cucu bunuh dan kuburkan neneknya sendiri dalam rumah

Tio dan Viky

Pekanbaru – Begitu geramnya Rusnida pada Tio Winarto (20). Karena sangat sadis membunuh Tiamah (70), neneknya sendiri. Padahal korban sangat sayang pada Tio, dibanding pada Rusnida, anak kandungnya sendiri.

“Sungguh sangat keterlaluan. Tidak kami duga dia lakukan itu pada neneknya,” emosi Rusnida usai melihat Tio digelandang di Polresta Pekanbaru.

Tio baru 8 hari kemudian ditangkap di Batam oleh serse dari Polsek Rumbai Pesisir. Persisnya di warung kopi Bersama, Komplek Nagoya City Center Blok A Kepulauan Riau, jum’at pagi (13/10). Bersama Tio turut diamankan juga Viky Tiara (23), kekasih Tio, yang berperan membantu Tio sampai ke Batam.

Peristiwa terbunuhnya Tiamah terjadi kamis pukul 10.00 (5/10), di rumahnya – jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru. Saat itu, usai Tiamah sholat Dhuha di dalam kamarnya, Tio memukul keras belakang leher Tiamah dengan kayu. Korban langsung meninggal.

saat keluarga menyebar selebaran foto Tiamah tentang orang hilang

Tio seorang diri melakukan aksi sadisnya. Ia kemudian menggali lantai sedalam 1 meter dengan linggis dan cangkul, tepat diatas tempat tidur Tiamah. Lalu korban masih menggunakan mukena dikuburkan.

Mendengar cerita Tio, bergetar bibir Rusnida. Karena setelah Tio menguburkan Tiamah, seluruh keluarga menganggap Tiamah hilang. Sehingga dibuatkan laporan ke polisi tentang Orang Hilang.

“Bersamaan hilangnya ibu kami, Tio juga menghilang. Kita hubungi HP Tio sudah tidak aktip. Saya pikir mungkin Tio bawa neneknya jalan–jalan,” Rusnida berkata lirih.

Namun tiga hari kemudian (8/10), keluarga melihat ada gundukan tanah dibawah kasur Tiamah. Setelah dibongkar, seluruh keluarga terkejut orang yang dicari selama ini telah menjadi mayat dan membusuk.

“Ada kecurigaan pada Tio. Namun saya mencoba berprasangka positip. Memang anak ini agak bandel. Sekolahnya tidak tamat. Sampai akhirnya setelah ribut dengan bapaknya, Tio memilih tinggal dengan neneknya,” papar Rusnida.

Diakui Rusnida, almarhumah ibunya sangat sayang pada Tio. Bahkan Tiamah tidak senang Rusnida memarahi Tio. Tiap kali Rusnida marah pada Tio, justru Tiamah balik memarahinya.

Sehingga Rusnida agak heran dengan pengakuan Tio, karena jengkel sering dimarahi Tiamah, membuatnya membunuh sang nenek.

 

Kontributor Riau: Usman