Aung San Suu Kyi tidak ingin Myanmar terpecah belah

Aung San Suu Kyi

Myanmar – Tragedi berdarah warga muslim Rohingya di wilayah Rakhine, menjadi catatan penting Aung San Suu Kyi. Pemimpin De Facto sekaligus penasehat negara Myanmar itu, menerima kritik dari berbagai pihak dan dunia Intenasional, terhadap masalah Rohingnya.

Dikatakan pemenang Nobel Perdamaian ini, dirinya peduli dengan kejadian yang menimpa warga Rohingya. Termasuk dari sebagian warga Rohingya pergi mencari suaka ke Bangladesh.

Dalam sebuah pidato, Aung San Suu Kyi menjelaskan rencananya memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Rohingya, yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan akses makanan dan air bersih.

“Sudah banyak kritik yang dilontarkan kepada negara kita. Kita harus mendengar semua opini dari dunia internasional. Namun begitu, tidak ada satupun yang mengerti situasi di negara kita, kecuali kita sendiri,” ujar Aung San Suu Kyi di televisi lokal.

Aung San Suu Kyi juga mendorong komunitas internasional berpartisipasi memberikan bantuan kemanusiaan. Lewat sistim informasi yang akan dibuatnya, maka tranparasi di warga Rohingya bisa dipantau.

“Kami tak ingin Myanmar terpecah berdasarkan suku, agama, dan haluan politik. Kami adalah negara yang beragam,” kata Suu Kyi menepis anggapan tidak peduli menyelesaikan konflik antara pemerintah Myanmar dengan warga Rohingya.