Wajah Rachel dicelup minyak panas, Kusdian berhasil penjarakan nenek anaknya.

Rachel Heriani

Bandung – Kondisi kesehatan wajah Rachel Heriani (11) mulai membaik. Meski bagian wajahnya tertutup perban, namun rasa nyeri yang dirasakannya sudah berangsur kurang. Di ruang perawatan anak RS Hasan Sadikin Bandung, Kusdian (42) bercerita tentang anak kandungnya diperlakukan sadis oleh Kosiah (65), nenek tiri Rachel Heriani.

Emosi Kusdian terlihat jelas. Begitu jengkelnya pada tindakan sadis Kosiah, membuatnya tidak peduli pada jeratan hukum mertua tirinya itu. Kosiah kini berstatus tersangka di Polres Cimahi.

“Kasihan juga sudah tua, tapi biarlah menjadi efek jera buatnya,” tegas ayah dua anak ini.

Diakui Kusdian, putri bungsunya semula tidak mau jujur diperlakukan sadis oleh Kosiah. Bahkan, ada rasa ketakutan Rachel – siswi kelas 5 di SD Bojongsalam Cililin, saat berkata jujur mengenai kejadian yang dialaminya.

“Sejak usia setahun setengah, anak bungsu saya tinggal dengan neneknya, di Desa Celak, Bandung Barat. Jadi saya pahami sulitnya Rachel berkata jujur. Apalagi Rachel diancam kalau bicara jujur. Saya mencoba pendekatan. Sampai akhirnya tiga hari setelah bersama saya terungkap, anak saya dijoroki wajahnya ke dalam minyak panas dalam penggorengan, meski api kompor sudah mati. Rachel dijoroki wajahnya karena menolak menggoreng rengginang yang diminta neneknya,” papar Kusdian.

Dijelaskan Kusdian, saat peristiwa terjadi (29/9), dirinya belum sempat menjenguk Rachel, karena masih mencari rejeki di Bandung. Namun esok harinya saat datang menemui Rachel, Kusdian terkejut wajah sang anak mengelepuh. Saat ditanya Rachel hanya mengatakan kena minyak panas, dan sudah dikasih salep dari RS Gununghalu.

Kusdian masih percaya keterangan Rachel. Ia meminta Kosiah mengijinkan Rachel dibawa ke Bandung, agar dapat ditangani lebih lanjut di RS Hasan Sadikin Bandung. Meski terbatas keuangan, Kusdian ingin Rachel bisa cepat disembuhkan.

“Melihatnya waktu itu kasihan sekali. Keinginan saya membawa ke Bandung semula ditolaknya (Kosiah). Dianggapnya bisa cepat sembuh, dan tetap tinggal bersama dia di kampung Celak. Tapi saya tetap memaksa. Sampai akhirnya dibantu warga dan kepala desa, saya bisa membawa paksa Rachel ke tempat tinggal saya di Bandung,” jelas Kusdian yang bekerja serabutan.

Diakui Kusdian, keinginannya membawa Rachel pulang sebelum kejadian sudah lama. Namun dirinya terpaksa mengalah, setiap kali Kosiah meminta Rachel tetap tinggal bersamanya. Alasannya bisa menemani dan membantunya.

 

Kontributor Bandung: Agung Sasmita