Terkena imbas transaksi elektronik, Jasa Marga lakukan program A-Life

Jakarta – Kebijakan transaksi elektronik di seluruh gerbang toll pada 31 Oktober (2017), membuat PT Jasa Marga Tbk mengantisipasi karyawannya yang terkena imbas. Dua opsi dilakukan, yakni alih profesi dan alih wirausaha.

Hal itu dikatakan Kushartanto Koeswiranto selaku Direktur SDM & Umum PT Jasa Marga, tidak akan ada PHK pada karyawan terkena imbas dari kebijakan diberlakukannya transaksi elektronik di seluruh gerbang toll.

Program dinamai A-Life, merupakan upaya Jasa Marga menyelesaikan masalah pekerjaan ratusan karyawannya yang terkena imbas. Dengan Program A-Life diharapkan karyawan tetap dapat bekerja dan beraktifitas.

“Program A-Life, merupakan program pengalihan pekerjaan atau jalur karir, dari profesi di bidang pekerjaan sebelumnya,” ujar Kushartanto.

Ia menjelaskan dengan program alih profesi, maka karyawan ditempatkan bekerja ke anak perusahaan yang ada di dalam lingkup Jasa Marga.

Sementara dengan alih Wirausaha, maka karyawan diarahkan menjadi wirausaha mandiri, dengan dukungan Jasa Marga. Setelah diberikan pelatihan wirausaha, maka karyawan di fasilitas mengisi outlet usaha di berbagai rest area milik Jasa Marga.

Dengan program A-Life telah tercatat 586 karyawan mengambil peluang yang telah ditawarkan Jasa Marga. Sementara karyawan lain yang belum memberi jawaban, masih diberikan kesempatan menggunakan program tersebut.