Putri Stagi tantang Ferry Juan sebagai ayah biologis Sanneth Kathuria

Putri Stagi dan Razman Nasution

Jakarta – Terlepas benar tidaknya ucapan Putri Stagi dan Ferry Juan, membawa efek pada sosok Sanneth Kathuria (16). Tubuh wanita muda ini banyak tatto dan kini kabur dari rumah. Menurut Putri Stagi selaku ibu kandung, tindakan anak semata wayangnya itu sebagai bentuk protes, akibat status keabsahan sebagai anak Ferry Juan tidak jelas.

Namun Ferry Juan menyangkal, jika Sanneth Kathuria bukan anak kandungnya. Pengacara yang sekaligus mengaku pernah sebagai suami Zarima ini, berani bertanggungjawab dengan perkataannya ini.

Ucapan Ferry Juan dimaklumi Putri Stagi. Apalagi dirinya memberikan nama anaknya tidak ada embel nama Juan dibelakang nama Sanneth. Namun memakai nama Kathuria.

Seperti dikatakan Ferry, jika dirinya akan melekatkan nama Juan dibelakang nama anaknya. Contohnya pada Nikita Juan, yang dilahirkan Zarima.

“Saya tidak berbohong atau mencari pembenaran, apalagi mencari sensasi. Saya bicara apa adanya. Kalau Sanneth Kathuria adalah anak Ferry Juan. Saya tidak berpikir panjang waktu itu, jika akta lahirnya pakai nama Kathuria akan menjadi masalah seperti sekarang ini,” ujar Putri Stagi.

Putri Stagi merasa siap bertanggungjawab dengan perkataannya. Termasuk jika ucapannya dianggap sebagai tindak pidana pencemaran nama baik Ferry Juan, dan berlanjut ke proses hukum.

Diakui Putri, dirinya sudah mempertimbangkan segala aspek sebelum menyoalkan Ferry Juan selaku ayah biologis Sanneth Kathuria. Baik aspek hukum dan kesiapan Sanneth Kathuria menerima kenyataan.

“Saya pakai nama Kathuria, setelah saya dalam keadaan hamil di tolong pria India. Hubungan saya dengan orang India itu, tidak sampai jauh sebelum Sanneth lahir. Saat melahirkan ditanya perawat nama ayahnya. Lalu saya terpikir pakai nama Kathuria, pria yang menolong hidup saya sejak Ferry Juan meninggalkan saya di saat usia kandungan 7 bulan,” papar Putri disamping Razman Nasution selaku pengacaranya.

Begitupun Putri kini prihatin dengan karakter Sanneth Kathuria bertolak belakang dari dulunya. Jelas Putri sebagai bentuk protes Sanneth dengan asal usulnya, “Tubuhnya kini suka di tatto. Siswa lain ulangan dia bolos. Sekarang pergi meninggalkan rumah.”