Bunuh mantan ibu tiri Indra The Rain, Faisal : Wajahnya terus terbayang

Faisal

Riau – Selama pelarian dan tinggal di rumah orangtua di Mojokerto, Ahmad Faisal (20) pelaku pembunuh Cici Anisa Wahab (33), mengaku terbayang wajah korban yang dipukul kepalanya dengan kayu dalam kamar 137 Hotel Parma Jalan Paus, sabtu malam (16/9). Penuh penyesalan dikatakan Faisal, jika dirinya terbawa emosi membunuh usai melakukan hubungan suami istri.

Di ruang pemeriksaan Mapolres Pekanbaru (10/10), Faisal hanya menundukkan wajahnya. Ia pun sempat menitikkan airmata, mengingat kedua orangtuanya turut stres akibat perbuatannya itu.

Saat dijemput polisi dari rumah orangtuanya, di dusun Kangkungan Desa Kemantren Rt 15 Rw 04, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur (6/10), Faisal merasa telah melukai perasaan dan nama baik orangtua dan keluarga besar lainnnya. Karena saat dijemput Polres Mojokerto, banyak warga di sekitar tempat tinggal orangtuanya menjadi tahu.

Faisal saat di depan receptionist

“Saya tidak bilang telah membunuh korban. Keluarga hanya tahu saya tidak lagi kerja di Riau,” papar Faisal yang baru dua bulan bekerja sebagai tehnisi AC di Pekanbaru.

Faisal menceritakan selama bekerja di Riau tidak terlintas ingin ‘dekat’ dengan wanita. Meski banyak ajakan ingin berkenalan lebih dekat dengannya, namun Faisal engan menanggapi lebih jauh. Apalagi usai seharian bekerja sudah lelah.

Namun saat kenal dengan Cici Anisa Wahab di sosmed, Faisal merasa terpancing ingin ketemu kopi darat. Akhirnya disepakati pertemuan dengan Anisa – mantan istri kedua Sudarman yang ayah kandung Indra – personil band Rain, membuat Faisal tergugah mendatangi lokasi kejadian.

“Korban mengajak bertemu dalam kamar. Dan dia sudah berada dalam kamar. Tadinya Saya tidak mau,” kenang Faisal.

Akhirnya Faisal menyanggupi menemui Anisa dalam kamar 137. Terlebih dulu pelaku bertanya pada receptionist letak kamar yang dimaksud Anisa. Saat pertama kali bertemu korban, awalnya berbicara biasa saja. Sampai akhirnya terjadi hubungan suami istri.

Faisal terkejut usai making love, Anisa dengan bahasa lembut meminta uang. Karena terlilit keuangan dan butuh uang segera. Meski korban tidak mematok jumlahnya, menyerahkan pada Faisal keikhlasan memberi, membuat pelaku kemudian mengeluarkan uang dalam dompet 500.000.

“Saya bilang di dompet hanya ada 550 ribu. Saya pegang 50 buat bensin, dan sisanya 500 ribu saya kasih ke korban yang langsung menerimanya,” ujar Faisal.

Diakui Faisal kalau saat itu dirinya sangat jengkel pada korban. Apalagi uang yang di dompetnya langsung ludes seketika. Dan terlebih jengkel, Faisal menganggap melakukan hubungan suami istri itu ada pamrih dari korban.

“Saat dia tidur, saya pukul wajahnya dengan meja kayu dalam kamar,” jelas Faisal dan langsung dengan motor Mio yang ditumpangi pesan tiket pesawat pulang kampung esok harinya (17/9).

 

Penulis Usman