Pengakuan Riki pembunuh nenek dengan cara melakban mulut dan hidung

Jakarta – Kesadisannya membunuh sangat keji. Korban Maria Tanamal (76), meninggal kehabisan napas setelah mulut dan hidungnya di lakban Riki Adi Saputro (18), yang berprofesi kuli bangunan. Saat menyampaikan keterangan di Polda Metro Jaya, Riki menceritakan caranya membunuh ibu empat anak itu, yang tinggal seorang diri di perumahan taman sari Harapan Indah Bekasi, selasa sore (3/10).

“Saya dendam, sering dimarahi. Ada saja kemarahannya setiap saya membetulkan plafon rumahnya,” ujar Riki.

Saking jengkel dengan Maria, membuat Riki sengaja memperlambat kerjanya. Bahkan, Riki membiarkan pekerjaannya tidak diselesaikan. Perjanjian kerja mestinya diselesaikan 4 hari, justru Riki hanya melakukan pekerjaan dua hari saja.

Namun situasi rumah Maria telah dipelajarinya. Lewat pintu dapur, pelaku menyelinap ke dalam rumah. Aksinya tidak diketahui Maria yang berada di dalam rumah juga.

“Saya datang ke rumah korban, karena butuh uang buat nenek kekasih saya sakit. Pikiran saya hanya tertuju ke rumahnya (korban). Saat di dapur, saya mendengar langkah kakinya menuju dapur,” jelas Riki.

Saat Maria masuk dapur, Riki langsung mencekik leher korban dari belakang. Hentakan Maria tidak membuat Riki gusar. Pelaku langsung membekap wajah Maria dengan bantal. Dalam keadaan lemas, Riki melakban seluruh mulut dan hidung Maria tanpa ada ruang udara.

“Saya khawatir ditangkap (polisi) di tengah jalan menuju Ngawi,” ungkap pelaku yang membawa kabur mobil Xenia milik korban dan dua handphone serta uang 250 ribu dari dompet Maria.

Pelaku yang lulusan SMP itu, akhirnya ditangkap di rumah pacarnya. Tim Subdit Resmob dan Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, menciduk Riki di Ngawi Jawa Timur pada Jumat malam (6/10).

“Perasaan akan ditangkap sempat terlintas. Karena sempat curiga melihat beberapa orang memperhatikan saya,” ungkap Riki yang tidak menceritakan perbuatannya membunuh pada sang kekasih.