Siti Aisyah baca nota pembelaan sendiri

Malaysia – Gooi Soon Seng selaku pengacara Siti Aisyah (25), berjuang keras menyelamatkan kliennya dari hukuman gantung. Berbagai fakta dalam persidangan dipersoalkan, lantaran dianggap Siti Aisyah tidak merasa menggunakan racun VX, yang mengakibatkan meninggalnya Kim Jong Nam, saudara tiri Kim Jong Un – pemimpin korea utara.

Dalam sebulan hakim Pengadilan Tinggi Shah Alam harus memutuskan dakwaan yang disangkakan pada Siti Aisyah dan Doan Thi Huong – asal Vietnam rekannya. Karenanya sidang dilakukan hampir tiap hari.

Menurut Gooi Soon Seng, seperti dikutip dari kantor berita AFP, Siti meyakinkan ketidakbersalahannya. Sehingga Siti tidak merasa khawatir dengan ancaman pasal hukuman mati.

Seperti dikatakan Gooi, saat Siti membacakan sendiri nota pembelaannya, tidak ada kekhawatirannya pada tuduhan pembunuhan. Apalagi dianggap berencana melakukan pembunuhan pada Kim Jong Nam.

“Siti ditipu. Karena yang dilakukannya, mengikuti intruksi permainan acara realitas game di televisi,” ujar Gooi.

Dalam pembelaan yang dibaca Siti Aisyah selama 30 menit (9/10), dan didampingi penterjemah, Siti menjelaskan awal dirinya diajak turut bermain game. Sampai tiba saatnya, pola latihan itu diterapkan pada korban, 13 Februari (2017) di bandara Internasional Malaysia.

Kali ini, sidang dilakukan di laboratorium Departemen Kimia Malaysia, dengan agendakan pemeriksaan barang bukti racun VX, yang terpapar di blazer Kim Jong Nam. Saksi ahli menjelaskan kematian saudara tiri Kim Jong Un itu, meninggal akibat VX, racun mematikan dalam hitungan menit.

”Kami sejak awal tidak ditunjukkan blazer yang dipakai Kim Jong Nam saat itu, telah terkontaminasi dengan VX. Jadi kami berkeyakinan Siti dapat dibebaskan dari tuduhan,” papar Gooi.

Usai persidangan yang akan kembali digelar selasa siang (10/10), kembali di Pengadilan Tinggi Shah Alam, saksi lainnya turut didengarkan hakim. Diantaranya polisi yang menangkap Siti.