Berawal dari iseng, Lutfi juara 1 Lomba Pantomim Nasional

Lutfi diapit guru di SDN Demangharjo 1 Warureja Tegal

Tegal – Awalnya tidak merasa memiliki bakat sebaga Pantomim. Namun setelah diasah, justru bakat alamnya itu, mengantarkan Mohammad Lutfi (11), berhasil menjadi juara 1 lomba Pantomim tingkat Nasional, yang diadakan di Surabaya.

Sorak kegembiraan menyambut kedatangan Lutfi terlihat di halaman SDN Demangharjo 1 Kecamatan Warureja Tegal, Jawa Tengah. Siswa kelas VI itu, mampu menoreh prestasi sekolah di tingkat nasional.

Dlam ajang lomba diikuti peserta seluruh sekolah dasar se Indonesia, Lutfi melakukan gerakan pantomim seorang kakek rindu cucu. Gerakan luwes sebagai pria di usia senja, membuat dewan juri – salah satunya Septian Dwi Cahyo, memberikannya nilai angka sempurna.

 

“Saya suka pantomim. Tapi hanya sekedar iseng saja. Baru saat terpilih seleksi di tingkat sekolah, saya dilatih oleh Mas Faiz (Muhammad Faizal) dari teater Gemblong enam bulan lalu, saya lebih serius belajarnya,” ujar Lutfi.

Begitupun, bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Masrusi dan Mar’ah, berterimakasih pada banyak pihak mendukung keberhasilannya. Sehingga dukungan itu dianggap pemuda pendiam ini, menjadi pemicu keberhasilannya.

Sodikha menuturkan, ketika mengikuti lomba di tingkat kecamatan, Lutfi berhasil meraih juara 1. Lalu dilanjutkan di tingkat kabupaten, Lutfi yang berdomisili di RT 8 RW 1 Desa Demangharjo juga meraih juara 1. Praktis, Lutfi dinobatkan untuk mewakili Kabupaten Tegal melaju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di tingkat provinsi, lagi-lagi Lutfi meraih juara 1.

Lutfi mengenang saat melewati tahapan seleksi mulai tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, lalu tingkat propinsi, berhasil diraihnya dengan juara 1. Sampai kemudian dirinya dikirim ke tingkat Nasional, yang diadakan di Hotel Arcadia Surabaya.

“Ada perasaan deg deg an saat di tingkat Nasional. Apalagi peserta dari daerah lain bagus bagus melakukan gerakan Pantomimnya. Entah kenapa saat tampil seolah seperti bukan saya yang melakukan gerakan. Kata orang, gerakan pantomim saya sangat bagus,” kenang warga Desa Demangharjo RT 8 RW 1 Tegal ini.

Saat melihat video rekaman, Lutfi justru terkesima sendiri. Karena gerakannya dirasa Lutfi seperti gerakan pantomim telah berpengalaman.

“Saya tidak percaya saat diumumkan menjadi pemenangnya. Tapi saat tampil memang saya lakukan seolah tanpa beban. Pikiran saya tercurah total meragakan gerakan seoerang kakek saja,” jelas Lutfi seraya menjelaskan make up nya ditangani Siti Mahufuroh dan Angga Tri Sutiawan sebagai penata musik.

Kemenangannya itu menjadi cambuknya berprofesi kelak menjadi pantomim. Dan ingin bertemu Septian Dwi Cahyo, mengasah lebih jauh ilmu pantomim. Jelasnya, “Orangtua bebaskan saya memilih pekerjaan. Tapi sejak sekarang, saya sudah mantap mau berprofesi menjadi pantomim saja.”

 

(* Dwi Sangaji)