Anak korban pengusaha garmen berharap pelaku di vonis mati

oci

Jakarta – Rekontruksi pelaku pembunuh pengusaha garmen dilakukan di rumah korban, senin siang (9/10). Oci (24) – anak perempuan korban, terisak menyaksikan jalannya aksi maut yang merengut nyawa Zakaria Husni (57) dan Zakiya Masrur (52).

Tatapannya tertuju pada EK dan ST, dua pelaku yang tengah melakukan rekontruksi di rumah korban, jalan Pengairan Nomor 21, Bendungan Hilir Jakarta Pusat. Sementara Zul, pelaku lain yang menjadi supir korban dan mati ditembak polisi, diganti peran oleh polisi.

Jalan rekontruksi berlangsung lancar. Sebanyak 26 adegan yang menghabiskan waktu lebih 5 jam, diperhatikan Oci serius. Sampai terucap astagfirullah dari mulutnya, saat pelaku melakukan aksi membunuh orangtua.

“Sadis mereka melakukannya. Seberat beratnya hukuman di vonis mati,” ujar Gilang (31), kakak Oci yang turut melihat juga jalannya rekontruksi.

Oci membenarkan ucapan Gilang, kedua orangtuanya selama ini berlaku baik pada ketiga pelaku. Bahkan korban sering menolong pelaku. Termasuk memberi pesangon lebih setelah tidak bekerja di usaha garmen milik korban.

Dua pelaku pembunuh

“Selain merencanakan membunuh, mereka juga fitnah orangtua kami sebagai alasan membunuh. Lalu mengambil harta almarhum, dan membuang dengan cara kejam,” ujar Gilang.

Polisi menangkap ketiga pelaku pada Selasa malam (12/9), sedang berfoya-foya di karaoke sebuah hotel kawasan Grobogan Jawa Tengah. Sehari setelah pasangan suami istri itu, ditemukan di sungai Klawing Purbalingga Jawa Tengah, dengan dibungkus bed cover (11/9).

Dari tangan tersangka diperoleh barang bukti, berupa 15 buah jam tangan dengan nilai Rp 400 juta, emas sebagian sudah dijual seharga Rp 120 juta, laptop, telepon seluler, mobil Toyota Altis serta buku tabungan.

Saat ketiga pelaku diminta menunjukkan sisa emas, Zul – panggilan Ahmad Zulkifli yang 20 tahun menjadi supir korban, merampas senjata polisi. Namun upaya Zul melarikan diri berakhir pada kematiannya, setelah ditembak polisi.

(*Carles Harahap)