Jeremy Teti detik jelang kematian pernah dirasakannya

Rasanya seperti mau mati, ciri-cirinya seperti itu orang terkena penyumbatan pembuluh darah jantung. Jeremy bercerita bagaimana tindakan cepat dokter berhasil menyelamatkan nyawanya. Ia kini menjaga pola hidup dan pola makan.

Senyum ramahnya menyapa post-line.com. Canda dan caranya berkomunikasi merupakan kebiasaan pria berusia 49 tahun ini. Hanya satu kebiasaan yang kini ditinggalkan, membuang kegemaranya bermain tenis.

“Penderita seperti saya tidak dianjurkan bermain olahraga berat. Rentan dengan resikonya,” ujar Teti.

Seperti pernah dialaminya saat bermain  tenis. Mendadak pusing dan pandangan kabur. Tubuh seperti tidak kuat menopang, lemas seketika.

“Setelah dilarikan teman ke rumah sakit, dokter langsung bertindak cepat. Sebaiknya rutin cek kesehatan. Terutama di usia-usia seperti ini,” ajak Tety untuk menjaga kesehatan.

Begitu pentingnya kesehatan, Tety  meninggalkan seluruh kebiasaan yang bertentangan dengan kesehatan jantungnya. Namun yang terpenting, ada kemauan dan kemampuan untuk tidak tergoda kembali pada hal yang ‘salah’ pada kesehatan.

“Sulitnya kan kalau sudah terbiasa. Mulut nih seperti ingin makan gorengan. Kalau sudah begitu, cepat-cepat saya alihkan agar tidak tergoda walau berat rasanya,” tawanya kini rutin minum obat seumur hidup.

 

Penulis: Ikbal