Frederik ditahan pemerintah Nigeria, setelah tanpa kabar 2 bulan

Frederik

Kupang –Frederik Fatin Omenu (27) akhirnya diketahui dipenjara Port Harcout, setelah dua bulan ‘menghilang’ tanpa kabar.  Alumni Akademi Maritim Nusantara Indonesia (AMNI) Semarang ini, merupakan masinis kapal tanker Tecne, milik perusahaan Western Mediterranean Shipping Athena Yunani.

“Seminggu lalu baru tahu, adik kami Frederik ditahan pemerintah Nigeria. Frederik sebagai korban, karena sejak awal mendaftar kemudian diterima bekerja, tidak tahu kalau kapalnya beroperasi secara ilegal,” ujar Kristoforus Yohanes Omenu, saat disambangi  di rumahnya, kefamenanu Selatan RT 19/RW/002, Kelurahan Timor Tengah Utara, Kupang.

Dijelaskan  Yohanes, Frederik tipe pria polos. Sehingga tidak menaruh curiga pada cara ilegal yang dilakukan perusahaan tempatnya bekerja.

“Adik kami bangga bisa bekerja sesuai impiannya. Namun kenyataannya, dia menjadi korban dari kepolosannya itu,” papar Yohanes.

Sesuai pengakuan Frederik via telpon dengan pejabat pemerintah di Nigeria, kapal pencari minyak itu diketahui berlayar tanpa ijin. Sehingga pemerintah Nigeria menangkap 11 orang awak kapal tanker Tecne.

“Frederik hanya satu orang Indonesia di kapal itu. Kami berharap pemerintah Indonesia membantu membebaskannya. Kasihan adik kami, niat mulianya bekerja seperti ini,” sedih Yohanes.

Dalam perjanjian kontrak kerja dengan agen penyalur PT Mellisin Hemika Prima, beralamat di Jln.Warakas 1 Nomor 52 Tanjung Priuk, Frederik terikat perjanjian kerja selama 1 tahun. Namun dua bulan gaji tidak dibayar, membuat Frederik mengajukan mengundurkan diri.

“Frederik sudah buat surat pengunduran diri. Dia lakukan itu (pengunduran diri), setelah kemudian tahu perusahaannya menjalankan usahanya ilegal. Katanya dengan gaji yang belum dibayarkan, segera pulang ke Indonesia. Namun belum sempat kembali ke darat, sudah ditangkap di perairan Nigeria,” jelas Yohanes.

(*Adam Sapulete)