Pelaku bilang pacarnya dicekik dengan tangan kaki di ikat, lalu dibuang ke dalam sumur

Bandung – Tindakan sadis yang dilakukan Engkus (21), membunuh kekasih hamil 3 bulan dengan cara menjerat leher, lalu mengikat kaki dan tangan korban yang kemudian di buang ke dalam sumur sedalam 6 meter, membuat Polres Cimahi menembak kedua kaki pelaku saat ditangkap. Pria penggangguran itu mengakui perbuatannya dihadapan Wawan Gunawan (41), orangtua Mira (19).

“Hukum seberat-beratnya pak. Anak kesayangan saya dibunuh dengan cara binatang,” emosi Wawan pada Engkus yang meringis kesakitan di Polres Cimahi.

Wawan tak dapat meluapkan perasaannya. Ia begitu geram melihat pelaku meringis kesakitan. Wajahnya terlihat sedih.

Teringat oleh Wawan, saat Mira tidak kembali pulang ke rumah (31/7), dirinya langsung mencari sang anak. Namun esok harinya justru kabar duka yang didapatkannya dari polisi.

Panik

Korban berhasil cepat ditemukan, saat warga esok paginya (1/8) mengambil air di sumur tersebut. Lokasi sumur yang terletak di desa Ranca Panggung, RT01/RW07, kecamatan Cililin, Bandung Barat, sepi di malam hari. Sehingga membuat pelaku leluasa melakukan aksi kejamnya itu.

Saat diambil dari dalam sumur, posisi tubuh Mira mengambang, dengan tangan dan kaki terikat. Beberapa bagian tubuh korban luka, diduga pelaku juga menganiaya korban sambil dicekik.

Begitupun sebelum Engkus dan Mira bertemu di lokasi itu, polisi memperoleh informasi Engkus terakhir terlihat jalan bersama Mira. Sehingga pelaku dengan mudah ditangkap, tengah ngelem di dekat rumah singgah samping perlintasan rel kereta api jalan Sriwijaya Cimahi, selasa pukul 10 malam (1/8).

Saat melihat polisi, Engkus langsung berlari. Dua tembakan menghentikan langkah pelaku yang tidak jelas tempat tinggalnya tersebut.

Dari pengakuan Engkus, sama dengan hasil autopsi rumah sakit Sartika Asih Bandung, Pelaku terlebih dulu mencekik leher korban sampai meninggal. Kemudian tangan kaki korban diikat dengan kawat. Agar segera meninggalkan jejak, Engkus menggotong korban dan membuang ke dalam sumur tua, tidak jauh dari lokasi pertemuan di rumah tidak berpenghuni kawasan Cililin.

“Saya sengaja mengajak bertemu di rumah kosong. Dia minta saya tanggungjawab. Bilangnya sudah hamil 3 bulan. Saya panik langsung membunuhnya,” jelas Engkus menyesal.

Engkus menjelaskan pertemuannya dengan Mira saat berada di angkutan umum. Perkenalan dilanjutkan dengan pacaran selama 6 bulan.

Korban yang beralamat di Kampung Tegalkiara, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Bandung Barat, dibawa ke Cisangkan Cimahi Tengah, untuk dimakamkan di kampung kelahirannya (3/8).

(*Agung Sasmita)