Kompol Danang Kuntadi : Kejadian pertama di Sleman, mobil aplikasi online dirampas penumpang

Kompol Danang Kuntadi

Tindakan penumpang kendaraan online sungguh keterlaluan. Catur Ari Trianingsih (30), pengemudi grab mobil, dianiaya dan dibuang dari mobilnya yang baru dibeli, honda Brio merah berplat AB 1003 XX. Beruntung korban selamat, meski harus dilarikan ke rumah sakit.

Mendengar informasi peristiwa yang berada di wilayah hukumnya, Kompol Danang Kuntadi selaku Kapolsek Ngaglik, berharap agar pengemudi online waspada terhadap tindakan kejahatan pelaku, menggunakan aplikasi online. Terutama ditujukan pada pengemudi wanita, rentan dengan kejahatan penumpang.

“Pelaku melihat ada celah merampas mobil korban. Begitu ditempat sepi, pelaku berjumlah dua orang menjalankan aksinya,” papar Danang.

Lokasi korban dianiaya pelaku diduga berusia 25 tahun, berada di Ngetiran, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Di lokasi itu sepi, karena dikelilingi daerah persawahan. Korban terlebih dulu di pesan pelaku melalui aplikasi kendaraan online, untuk dijemput di daerah Seturan Caturtunggal, Sleman.

Dari keterangan korban kepada penyidik, pelaku selama perjalanan mengajaknya berbicara. Dialek pelaku dari jawa timur. Pelaku anak muda yang banyak mengajaknya bicara, duduk di bangku samping depan. Sementara teman pelaku duduk di belakang sejajar dengan bangku supir.

Tanpa di komando penumpang di bangku belakang langsung mencekik Atria – panggilan akrab Catur Ari Trianingsih. Korban sempat melawan dengan mencakar tangan pelaku. Namun teman pelaku yang berada di samping turut menganiaya korban.

“Korban ditendang keluar dari mobil oleh pelaku yang duduk di sampingnya. Malam itu juga, korban diantar temannya sesama pengemudi melaporkan ke Polsek (Ngaglik),” papar Danang.

Kasus ini dianggap Danang pertama kali di Sleman. Untuk itu, Danang menghimbau pada pengemudi aplikasi online, bijak melihat calon penumpangnya. Meski korban mengaku di depan penyidik tidak curiga dengan kedua penumpangnya itu.

“Perlu kewaspadaan. Baiknya sebelum membawa penumpang, di foto dulu KTP nya penumpang, dan di simpan (email). Jadi mudah kita menangkapnya. Kita langsung mengejar pelaku setelah menerima laporan,” jelas Danang.

(*Kusno)