Bupati Dedi Mulyadi hadirkan Ogan Lopian

Purwakarta – Keberadaan aplikasi online menggelitik bupati Purwakarta, membuat aplikasi bernama Ogan Lopian, khususnya untuk warga desa di lingkup kabupaten Purwakarta. Sebagai pilot percontohan, desa Cikabukamanah dan sekitarnya dipilh calon Gubernur Jawa Barat ini.

Alasan bupati Purwakarta membuat aplikasi Ogan Lopian, untuk mempermudah masyarakat desa yang kurang maksimal memperoleh akses pelayanan publik. Dengan adanya aplikasi ini, warga pedesaaan dapat menikmati fasilitas yang tersedia.

“Sebelum hadir aplikasi Ogan Lompian, kita sudah memiliki Drupadi (Dokter umum Panggilan Darurat Istimewa – berupa kunjungan dokter umum ke rumah). Dengan hadirnya aplikasi Ogan Lompian, semua layanan publik di integrasikan alam aplikasi ini,” ujar Dedi yang diakui masyarakat Purwakarta memperhatikan warganya.

Dedi Mulyadi dekat dengan warganya

Beragam menu tersedia dalam aplikasi Ogan Lopian. Memakai title menu Sampurasun, nama menu yang tersedia di aplikasi meliputi : Sampurasun Dokter, Sampurasun Ambulance, Sampurasun Bidan, Sampurasun Polisi, dan lokasi penting lainnya berupa destinasi wisata, laporan warga dan lainnya.

Untuk dapat terhubung dengan aplikasi Ogan Lompian, Dedi berharap agar masyarakat desa yang memiliki handphone android, dapat mengunduh aplikasi Ogan Lopian di Play Store. Selanjutnya mengikuti intruksi yang dibutuhkan, yakni mencantumkan domisili warga berasal dari dalam atau luar kabupaten Purwakarta, serta memasukan nomor Kartu Tanda Penduduk.

Kendati demikian, pelayanan publik tetap diberikan meski tidak memiliki handphone android. Cukup dengan mengirimkan informasi ke sms centre 085737814884.

Memberikan nama Ogan Lopian, Dedi terinspirasi kisah pewayangan dari salah satu pusaka milik Batara Kresna. Dalam ceritanya, pusaka itu mampu melihat kondisi dan situasi tertentu yang diinginkan.

“Bagi warga yang sudah memiliki smartphone berbasis Android bisa langsung akses melalui aplikasi. Bagi yang tidak punya, ada SMS Center yang bisa digunakan. Kalau tidak punya juga bisa datang langsung ke dokternya. Kita sediakan satu dokter untuk tiga desa,” jelas Kang Dedi – akrab disapa, yang dikenal juga piawai mendalang.

(*Herman)