Kecemasan ayah dengan hilangnya Alifta di stasiun tugu Jogjakarta

Jogjakarta – Mendengar Alifta Nan Rahfaida (16) hilang di stasiun kereta api tugu Jogjakarta, sang ayah – Heri Susanto (47), merasa sangat cemas. Ayah dua anak inipun makin bertambah cemas, setelah melihat rekaman CCTV di stasiun kereta tersebut, anak sulungnya terlihat keluar seorang diri dan diikuti dua pria misterius.

“Pikiran buruk ada, namun saya tidak ingin menduga terlalu jauh, belum ditemukan  Alifta,” ujar Heri Susanto tiba di Jogjakarta membawa istrinya, Nanan Kurniasari (38) dan anak bungsunya, Naia Nan Rahmavira (12).

Heri langsung ke Jogjakarta setelah mendengar kabar dari ayahnya, Surahyo (77). Bahwa Alifta tidak kembali datang menemuinya, setelah pamit sebentar mau cari makan, setiba di stasiun kereta api tugu Jogjakarta.

“Ayah saya (kakek Alifta) bawa Alifta, rencana mau ke semin gunung kidul (kampung halaman).  Setiba di Jogjakarta, kakeknya mau sholat shubuh di dalam lingkungan stasiun tugu ini, lalu Alifta pamit mau cari makan. Namun ditunggu tunggu tidak datang,” papar Heri.

Dirinya tidak ada firasat, saat mengantarkan Alifta dan Surahyo naik kereta api Senja Utama, dari stasiun Senen pukul 19.00 (3/7). Termasuk saat kereta dalam perjalanan menuju Jogja, masih sempat menelepon Alifta.

“Sempat setelahnya (Alifta hilang), saya telpon ke HP Alifta ada nada panggil, kemudian terputus dan tidak bisa dihubungi lagi. Saya begitu khawatir, apalagi anak perempuan, dan banyak kejadian yang sebagian besar korbannya wanita,” sedih Hery tentang Alifta yang baru kelas 2 di SMK Sudirman Jakarta Timur

Kekhawatirannya Hery, setelah melihat rekaman CCTV ada dua pria sedang mengamati Alifta di stasiun tugu. Kedua orang itu dianggap mencurigakan, dan terkesan mengikuti arah jalan Alifta saat beranjak pergi dari mesjid usai pamit dengan Surahyo.

Bagi yang mengetahui keberadaan Alifta, dimohon menghubungi Ibu Nanan 085714684267 atau Pak Heri 08174857809

Dari berbahai penelusuran yang dilakukannya, Hery sempat memperoleh info Alifta sempat mampir makan di warung sebelah hotel, yang terletak di Jalan Diponegoro pada pukul dua siang (4/7). Juga penelusuran jalan lain yang dilakukanya, sempat ada orang merasa melihat mirip Alifta.

Berbagai upaya kini dilakukan Hery, agar Alifta yang memiliki tinggi badan 165 cm, dan berpakaian kaus biru lengan panjang bertuliskan ‘London’ di dada, serta celana jeans biru, dapat segera ditemukan. Hery menegaskan, tidak akan tinggalkan Jogjakarta sebelum bertemu dengan Alifta.

“Saya tidak bisa tenang sebelum bertemu Alifta. Saat ini, selain menyebar selebaran anak hilang, upaya lain juga dilakukan. Semoga tidak terjadi sesuatu dengannya, dan dalam lindunganNya,” papar Hery berharap.

(*Subhan Lubis)