Cacat perjanjian kerjasama, Bunga Zainal : Kontrak itu ada etikanya

Menjelang usianya ke-30 pada 23 maret esok, Bunga Nurlaila Martha Sari Zainal Fazri beken dikenal atau Bunga Zainal,  memperoleh ‘kado’ tak mengenakan dirinya. Ia pun melapor ke Polda Metro Jaya, atas perbuatan seorang fotografer, yang bekerjasama dengan perusahaan iklan ternama.

“Dalam pembicaraan disebutkan, foto saya hanya untuk kalender saja, tidak untuk produk brand. Kenyataannya banyak produk dari brand perusahaan di kalender itu, Padahal selama ini sudah terjalin baik. Kok begitu sih caranya,” prihatin Bunga Zainal.

Meski dibuat jengkel dengan ulah forografer yang tidak terbuka pada kontrak,  Bunga mencoba bersabar, dan memilih penyelesaian kekeluargaan. Namun upayanya dianggap tidak berhasil, sampai akhirnya memilih penyelesaian lewat jalur hukum.

“Saya whatsapp hanya dibaca saja, tidak ada tanggapan. Di somasi dua kali lewat pengacara saya, tujuannya hanya minta pertanggung jawaban, juga tidak digubris. Ya sudah, mungkin jalur hukum cara penyelesaiannya,” tegas Bunga Zainal.

Baginya, ada etika yang harus dijunjung dalam sebuah aturan main kerjasama. Yakni mengacu pada hak dan kewajiban.

“Tidak ada kontrak menyangkut nama brand produk. Hanya surat kesepakatan perjanjian, yang ditandatangani oleh saya dan forografer pada 28 Januari 2017, bahwa pengambilan foto untuk pembuatan kalender,” papar istri Sukhdev Singh ini.

Andai disebut dalam surat perjanjian itu dicantumkan nama brand, Bunga menganggap tentu ada penjelasan tambahan, baik menyangkut nilai, royalti, dan sebagainya. Serta terpisah dengan kontrak tersendiri.

“Lucunya itu mereka biasanya nggak gini loh. Saya tuh sudah dua kali kerja sama dan baik-baik saja selama ini. Tapi tidak tahu kenapa menjadi begini,” ujar Bunga.