Makna dibalik patung Harimau untuk Kang Dedi Mulyadi

Judul:

Purwakarta – Karakter pribadi Dedi Mulyadi dikenal peka pada lingkungannya, selain mampu merubah wajah Purwakarta menjadi lebih baik, sejak kepemimpinannya selaku bupati Purwakarta. Tanpa banyak bicara, Ia membawa patung harimau lebih terlihat garang, menggantikan patung harimau lama di Markas Koramil Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang menjadi viral lucu para netizen.

“Soal tampilan saya kira bukan hanya di Cisewu, di tempat lain pun masih ada patung Maung Siliwangi yang terlihat kurang gagah, kurang refresentatif. Untuk menjawabnya yang kemarin, saya bawakan patung Harimau Sancang gantiin yang lama,” papar Dedi.

Dijelaskan ayah dua anak ini, lambang harimau di tubuh TNI Jawa Barat dan Banten, bermakna pada nilai Siliwangi mencerminkan kewibawaan. Untuk itu, Kang Dedi biasa disapa, membawa patung harimau yang sesuai dengan karakter nilai Siliwangi di tubuh TNI TNI Jawa Barat dan Banten.

“Sumbangan patung harimau ini adalah bentuk solidaritas saya sebagai anak tentara, dan solidaritas saya sebagai Dewan Pembina FKPPI Jawa Barat pada Korps TNI,” ungkap Dedi usai menyerahkan patung harimau baru pada Kapten (Inf) Nandang  selaku Danramil Kecamatan Cisewu, senin siang (20/3).

Patung baru pemberian Kang Dedi terlihat lebih gagah dan garang. Dengan berat tiga kwintal dan panjang empat meter, patung harimau sancang kini ditempatkan mengganti patung harimau sebelumnya.

Mengenai harimau, Kang Dedi juga penggemar harimau. Di pendopo kantor Purwakarta, lukisan harimau terpasang dalam bingkai indah. Beberapa lukisan harimau lain, juga menghiasi rumah dinasnya.

 

Macan Putih dan Prabu Siliwangu

Mengenai harimau dijelaskan Dedi, memiliki hubungan dengan kisah Prabu Siliwangi atau Pangeran Pemanah Rasa, yang merupakan pewaris kerajaan Gajah di tanah Pasundan.

Semasa muda Prabu Siliwangi, gemar tirakat dan berkelana ke berbagai tempat. Dalam perjalananya di Curug Sawer wilayah Majalengka, Prabu Siliwangi bertemu  dengan sosok gaib berupa harimau atau macan putih. Namun Prabu di Curug mendapat sambutan kurang baik dari sekelompok macan putih gaib penguasa tempat tersebut.

Seekor macan putih paling besar ukuran tubuhnya, adalah raja gerombolan macan putih lainnya. Raja macan Putih kemudian menyerang Prabu Siliwangi, dan pertarungan terjadi sehari lamanya, berhasil dimenangkan Prabu Siliwangi.

Raja Macan Putih dan seluruh gerombolannya, kemudian menghambakan Prabu Siliwangi. Lalu Prabu Siliwangi meluaskan wilayah kerajaan Gajah di kerajaan Macan Putih. Perluasan wilayah itu bernama Pakuan Pajajaran,  yang artimua bersatunya kerajaan macan putih dengan kerajaan Gajah.

Sebagai hamba Prabu Siliwangi, macan putih turut berperan membantu Prabu Siliwangi melawan Kerajaan Mongol, yang menyerang wilayah kerajaan Gajah. Setelah berhasil melumpuhkan kerajaan Mongol, Prabu Siliwangi mengangkat Raja Macan Putih sebagai panglima perang