Asiknya Wisata kuliner perahu di Waduk Jatiluhur

Wisata Kampung Air Mbah Jawer di Waduk Jatiluhur

Purwakarta – Wisata Kampung Air Mbah Jawer. Ikon itu kini dipakai Pemda Purwakarta, menggairahkan obyek wisata danau Jatiluhur, yang pembangunannya waktu itu, diarsiteki Ir H Djuanda dari Tasikmalaya. Di lokasi ini, dibangun 40 rumah terapung diatas Danau Jatiluhur.

Membayangkan saja sudah begitu berkesan. Apalagi datang dan sambil menikmati panorama alamnya, sudah tentu akan menguatkan kesan itu.

Potensi wisata waduk Jatiluhur, kini makin berbenah. Seiring dengan ramainya jumlah wisatawan datang. Jika selama ini, ragam hidangan kuliner tersedia di pinggir danau, kini wisatawan bisa menikmatinya sambik naik perahu sambil berkeliling menyisir danau Jatiluhur yang terbesar di Indonesia.

Perahu rumah itu, tak ubahnya sebagai tempat makan. Menyediakan aneka ragam  hidangan, selain panganan khas Purwakarta, juga makanan kontemporer lainnya.

Apalagi perahu rumah dibuat dengan bambu khas mungkin. Selain memiliki kemampuan tahan lama, juga berbeda dengan bambu pada umumnya. Dipastikan akan banyak kenangan dibawa pulang nantinya.

“Kita tetapkan wilayah menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata. Dan pengelolaannya diserahkan pada masyarakat setempat. Karena mereka lebih merasa memiliki tempat wisata tersebut, pasti akan jauh lebih telaten dalam melakukan perawatan,” papar Kang Dedi, sapaan akrab Bupati Purwakarta itu.

Panorama alam Wisata Kampung Air Mbah Jawer

Jengger Ayam

Dilekatkan nama Mbah Jawer di kampung wisata air ini, karena pernah ada mitos berkembang di masyarakat setempat. Lokasi ini berada di Kecamatan Sukasari, yang membawahi Desa Kutamanah – Desa Kertamanah dan Desa Parang Gombong. Ketiga desa ini, telah ditetapkan dan memiliki izin lokasi sebagai pengembangan pariwisata.

Konon, berdasarkan cerita rakyat setempat, meyakini danau Jatilhur dihuni oleh ‘karuhun’ bernama Mbah Jawer. Pada saat tertentu, si lelembut atau makhluk tak kasat ini, menampakkan diri muncul ke permukaan danau, dengan wajah yang berjengger di bagian dahinya.

Berdasarkan cerita rakyat itu, mbah Jawer dibuang oleh kedua orang tuanya, karena malu saat mbah Jawer lahir, memiliki fisik tidak normal dan berbeda dengan bayi lain. Di dahinya dalam bahasa sunda tumbuh jengger, seperti tumbuh di dahi ayam. Kedua orangtuanya, menghanyutkan bayinya ke sungai Citarum pada subuh hari.

Tidak jelas apakah kemudian si bayi masih hidup tidaknya setelah dihanyutkan, konon mbah Jawer diambil dan dipelihara oleh dedemit, atau  penguasa sungai Citarum.

Wisata Kampung Air Mbah Jawer

 

 

D Tour Travel

Informasi & Pemesanan : Tiket Pesawat, Bus Pariwisata, Hotel, Sewa Mobil, Tour

Hubungi : DIDI

HP/WA : 085246776009

email: didi.12management@gmail.com

Alamat: Ancol Beach City, Blok UG. 32C, Taman Impian Jaya Ancol