Istri Andika Kangen Band, Chairunisa : Dia mendesak saya selingkuh

 

Jerit hati tak tertahan, saat Caca – panggilan akrab Chairunisa (20), menceritakan kelakuan suaminya, Maesa Andika Setiawan. Bersabar selama ini, dianggapnya bukan pilihan terbaik. Bahkan, semakin didiamkan semakin vokalis Kangen Band itu, makin ‘liar’. Puncaknya, Caca kembali melaporkan Andika ke Mapolresta Bandar Lampung, Kamis siang (9/2).

“Saya melaporkan dia. Awalnya, saya diajak jalan jalan berkeliling mobil di Lampung. Dalam perjalanan, dia mencecar dan menuduh saya berselingkuh. Tentu saja, saya menolak, karena saya tidak melakukannya. Akhirnya kita ribut, setelah saya menuduhnya, justru dia yang berselingkuh. Tahu–tahu, tangannya memukul wajah saya. Tidak puas, dia  mengambil sarung pedang besi, lalu dipukulnya kepala dan wajah saya,” papar ibu tiga anak ini.

Caca menangis dan menahan rasa sakit. Namun penderitaannya itu, tidak ditanggapi Andika.  Justru, Andika mengarahkan mobilnya ke sebuah hotel di Lampung, bukan kembali pulang ke rumah.

Dihotel itu, Andika mencoba ‘mendiamkan’ sakit hati Caca. Namun Caca tidak menggubris. Dirinya hanya terpikir keluar kamar hotel, dan ingin mengadukan nasibnya pada orangtua.

Upayanya itu tidak berhasil. Karena kunci hotel disimpan Andika. Caca pun lelah dan akhirmya tertidur.

“Saya dipaksanya ikut ke Jakarta. Karena dia ada acara dengan bandnya di Mall Jakarta. Saya disuruh pakai kacamata, supaya menutupi mata lebam ini. Dia khawatir nanti ada orang melihat kalau saya tidak pakai kacamata,” kenang Caca.

Usai acara, Andika membawa Caca kembali ke Lampung. Namun setir mobil tidak diarahkan pulang ke rumah, tapi Andika berbelok ke salah rumah temannya di daerah Pesawaran, salah satu kabupaten di Lampung.

“Di rumah temannya, Saya diminta tinggal dalam kamar. Ia juga mengambil Handphone saya. Lalu dia pergi entah kemana,” papar Caca.

Caca tidak ingin membiarkan berada di tempat temannya Andika. Ia pun khawatir, jika Andika melakukan lagi tindakan kekerasan. Caca melihat HP teman Andika tergeletak, sementara si empunya sedang tidur.

“Orangtua menjemput saya. Kemudian langsung kita ke kantor polisi,” ujar Caca.

Caca merasa rumahtangganya sudah tidak ‘sehat’. Dirinya merasa berpisah sebagai pilihan terbaik. Dan itu sudah dipertimbangkan matang.

Caca bersama orangtua melaporkan Andika ke Polres Lampung

Berharap Berubah

Caca teringat peristiwa 4 tahun silam. Saat Andika membawamya kabur, sehingga membuat orangtuanya cemas dan melaporkan Andika ke kantor polisi, dengan tuduhan melarikan anak di bawah umur. Saat itu, Ia berusia 16 tahun.

Cinta, itu diakui Caca membutakan pikirannya. Ia tetap menerima Andika sebagai suami, usai Andika divonis  7 bulan penjara. Ia menerima Andika setulus hati.

Sebagai istri, Caca berupaya menghibur dan mengunjungi Andika dalam penjara. Ia kuatkan perasaannya menerima kekurangan Andika. Justru Caca makin bertambah sayang.

Caca merasakan perjalanan rumahtangganya tidak sehat. Tidak umum seperti pasangan suami istri lainnya. Pulang ke rumah seenaknya, bahkan bisa berminggu-minggu baru pulang ke rumah. Ia pasrah jika pada akhirnya, hidup tanpa suami. Caca yakin 3 anak yang dilahirkan, mampu menguatkan dirinya dan melewati kehidupannya kelak.