Dedi Mulyadi resmikan 16 Desa Wisata Purwakarta

Kang Dedi melakukan panjat tebing, di salah satu obyek wisata Purwakarta

Purwakarta – Sosok bupati Purwakarta ini dikenal kreatip. Tidak ada yang tidak jalan di tangannya. Dari yang tidak mungkin menjadi kenyataan. Banyak contoh sudah dibuktikannya. Ia kini, mentargetkan 16 desa di Purwakarta akan menjadi destinasi wisata.

Sukses dengan Taman Sri Baduga, yang kini dikenal sebagai air mancur terbaik se ASIA, kang Dedi terus bergerak menggairahkan potensi daerahnya. Banyak sudah upaya dilakukan ayah dua anak ini, selama menjadi Bupati Purwakarta selama dua periode.

Bahkan, masyarakat setempat ingin memintanya kembali sebagai sebagai bupati Purwakarta. Karena puas dengan hasil kerjanya. Namun sistim perundangan tidak boleh menjabat lebih dari dua kali untuk kepala daerah.

“Sebagai kepala daerah itu tugasnya melayani. Jadi saya harus menjadi pelayan untuk masyarakat,” bijak kang Dedi merendah, pada keberhasilannya membuat Purwakarta kini dikenal dunia Internasional.

Ragam wisata di tiap desa

Kang Dedi melihat banyak potensi daerah belum tergali maksimal. Sementara peluang ‘menjual’ di tiap desa daerahnya begitu beragam, dan menarik untuk diketahui masyarakat luas.

Karenanya, Kang Dedi membidik potensi daerahnya itu, bisa dijadikan peluang wisata. 16 desa meliputi beberapa kecamatan, terpilih menjadi obyek wisata.

  1. Desa Pesanggrahan dan Desa Sukamulya di Kecamatan Tegalwaru.
  2. Desa Sindang Panon, Desa Cihanjawar, Desa Pesanggrahan, Desa Cipeundeuy di Kecamatan Bojong.
  3. Desa Pusakamulya dan Desa Cibeber di Kecamatan Kiarapedes.
  4. Desa Cikumpay dan Desa Cisaat di Kecamatan Campaka.
  5. Desa Cibungur dan Desa Bungursari di Kecamatan Bungursari.
  6. Desa Wanayasa, Desa Raharja, Desa Sumurugul dan Desa Babakan di Kecamatan Wanayasa.
  7. “Setelah kita inventarisir, potensi pariwisata di setiap desa itu berbeda, ada basis kuliner, wisata alam, panjat tebing dan wisata air,” ujar kang Dedi

“Setelah kita inventarisir, potensi pariwisata di setiap desa itu berbeda, ada basis kuliner, wisata alam, panjat tebing dan wisata air. Makanya,” jelas Kang Dedi.

Berbagai upaya dilakukannya, demi membangun 16 desanya itu menjadi potensi pariwisata. Baik pembenahan infrastruktur penunjang, baik alan dan fasilitas di masing-masing destinasi wisata.

“Lokasi wisata Gunung Parang misalnya, kita tambahkan toilet khusus wisatawan, jadi tidak toilet umum lagi, fasilitas lain berupa akses jalan dan rumah makan pun segera kita bereskan,” Papar ayah dua anak ini. (herman)