Buwas :BNN temukan narkoba model baru untuk rokok elektrik

Komjen Budi Waseso

Penangkapan 2 tersangka – Edi Pidono Phe (50) dan Hendro (34), membuka tabir jenis narkoba baru telah masuk ke Indonesia. BNN merelease efek yang terkandung di narkoba jenis itu, berbahaya bagi kesehatan manusia. Karena mendekati seperti sabu.

Narkoba jenis baru itu berupa cairan, dan disebut 4-klorometkatinon atau yang dikenal dengan 4-CMC, yang dapat diubah ke bentuk serbuk, atau di campur ke minuman, juga bisa menjadi liquid rokok elektrik atau vape.

barang bukti peredaran narkoba jenis baru

Sesuai Permenkes nomor 2 tahun 2017, telah ditegaskan jenis narkoba ini – tembakau Gorilla dan 4-CMC, dikatagorikan narkotika golongan I dengan nomor urut 14. Sehingga perlu ditindak tegas aparat kepolisian.

“Pengguna akan merasa euforia, merasa senang, percaya diri, semangat, agresif, gelisah, pusing, panik, halusinasi, insomnia, bicara ngelantur, dan sebagainya,” ujar Komjen Budi Waseso akrab disapa Buwas.

Ditegaskan Kepala BNN ini, pihaknya akan lebih ketat mengawasi peredaran jenis narkoba jenis baru ini, terutama pada toko penjual rokok elektrik.

“Tidak perlu khawatir sepanjang dilakukan secara legal. Jangan sampai penggunaan vape (rokok elektrik), dicampur dengan kandungan itu,” papar Buwas.

Di Indonesia, 4-CMC beredar dalam bentuk cair berwarna biru, dan terjual dengan berlabel Blue Safir atau Snow White. 4-CMC merupakan senyawa turunan katinon. Karena dapat menimbulkan efek bagi pengguna seperti halnya sabu. Bahkan, jika digunakan dosis lebih tinggi,  dapat mengakibatkan kejang, stroke, dan koma.

Dalam penangkapan 2 tersangka itu, dengan ancaman hukuman mati, barang bukti 50 liter 4-CMC, bisa diubah menjadi serbuk seberat 42 kilogram. Dan penggunaannnya bisa dicampur baik ke dalam minuman, juga menjadi canpuran liquid rokok elektrik.

“Bisa saja, ini bisa masuk rokok elektrik, karenakan bentuknya cair,” jelas Buwas.